Sekolah Rakyat Perluas Akses Pendidikan Layak bagi Keluarga Prasejahtera

oleh -33 Dilihat
banner 468x60

Jakarta – Pemerintah berkomitmen dalam memperluas akses pendidikan yang layak dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat melalui program Sekolah Rakyat. Program ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memastikan anak-anak dari keluarga prasejahtera memperoleh kesempatan belajar yang setara, inklusif, dan berkelanjutan.

banner 336x280

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti mengatakan kehadiran Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata pelaksanaan Asta Cita Presiden, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan akses pendidikan.

“Sekolah Rakyat adalah bukti kehadiran negara untuk memastikan pendidikan bermutu dapat diakses seluruh kalangan secara gratis,” ujar Mu’ti.

Ia menekankan bahwa faktor ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi anak untuk bersekolah dan berprestasi. Menurutnya, setiap anak berhak memperoleh pendidikan yang layak sebagai fondasi membangun masa depan.

“Kami ingin Sekolah Rakyat menjadi penghubung bagi murid dalam meraih cita-cita. Kemendikdasmen berkomitmen membangun ekosistem pendidikan yang inklusif agar anak-anak dari keluarga prasejahtera tetap bisa tumbuh menjadi generasi yang hebat, kuat, dan tangguh,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono mengatakan fokus utama program ini adalah menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu yang terdaftar dalam desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Tidak ada seleksi akademis. Pokoknya ini orang miskin. Kalau mereka miskin layak masuk Sekolah Rakyat, kalau mereka sakit, Kemensos harus obati mereka, kalau sudah sembuh masukkan ke sekolah rakyat,” tegas Agus Jabo.

Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih juga mengatakan Sekolah Rakyat yang dirancang khusus untuk masyarakat prasejahtera, melibatkan koordinasi lintas kementerian dengan pendekatan bantuan sosial.

“Sekolah Rakyat leading sectornya bukan Kemendikdasmen, bahkan Kementerian Sosial. Kenapa? Karena pendekatannya kemiskinan. Jadi dari desil 1, desil 2, pokoknya yang miskin, bahkan miskin ekstrem,” ujar Abdul.

Lebih lanjut, Fikri mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengkritik kekurangan pemerintah, tetapi turut berkolaborasi dalam memajukan pendidikan.

Dengan hadirnya Sekolah Rakyat, diharapkan semakin banyak anak dari keluarga prasejahtera yang mampu melanjutkan pendidikan tanpa hambatan berarti. Pemerintah optimistis, melalui langkah konkret dan kolaboratif ini, kualitas sumber daya manusia Indonesia akan semakin meningkat dan berdaya saing di masa depan. (*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.