Medium Timur

Video terbaru

Oleh : Catur Ronggo*) Hilirisasi bukan lagi sekadar istilah ekonomi dalam dokumen pembangunan. Di tengahpersaingan global, kebijakan ini menjadi jalan bagi Indonesia untuk mengubah kekayaanalam yang selama ini diekspor sebagai bahan mentah menjadi kekuatan ekonomi bernilaitambah. Arah tersebut semakin relevan ketika pemerintah berupaya memperkuat industri dan memastikan kekayaan alam memberikan manfaat lebih besar kepada rakyat. Indonesia memiliki modal besar berupa mineral, energi, perkebunan, kelautan, dan komoditasstrategis. Namun, kekayaan alam tidak otomatis menjadikan negara makmur. Nilai ekonomidapat berpindah ke negara lain apabila bahan mentah hanya dijual tanpa pengolahan. Karena itu, hilirisasi menjadi pilihan strategis untuk mengubah struktur ekonomi menuju industriyang menghasilkan produk bernilai tambah dan berdaya saing. Presiden Prabowo Subianto menempatkan hilirisasi sebagai salah satu kunci kebangkitan dan kemakmuran bangsa. Dalam pandangannya, Indonesia harus memiliki keberanian untukmenguasai dan mengolah sumber daya yang dimilikinya sendiri. Kekayaan alam akan sulitmembawa kemakmuran apabila bangsa hanya menjadi pemasok bahan mentah, sementaranilai tambah terbesar dinikmati negara lain. Penegasan tersebut menunjukkan bahwa hilirisasi tidak hanya berkaitan denganpembangunan pabrik. Lebih dari itu, kebijakan ini menyangkut kedaulatan ekonomi. Presidenmenekankan pentingnya memperkuat fondasi yang telah dibangun dengan orientasi terhadappenguasaan sumber daya dan manfaat bagi rakyat. Pemerintah juga menempatkan hilirisasisebagai bagian dari transformasi industri nasional yang mengikuti perkembangan teknologi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memperkuat pandangan tersebutdengan menilai industrialisasi dan hilirisasi sebagai syarat penting bagi negara berkembanguntuk naik menjadi negara maju. Menurutnya, negara yang memiliki sumber daya alam besartetap berisiko terjebak dalam ketergantungan apabila tidak mampu mengolah kekayaantersebut menjadi produk bernilai tambah. Bahlil juga mengingatkan bahwa kekayaan sumber daya harus dikelola secara adil. Hilirisasi tidak hanya boleh menguntungkan investor atau pemerintah, tetapi harus membuka ruangbagi pengusaha lokal dan memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Pertumbuhanekonomi yang dihasilkan perlu diarahkan menjadi pertumbuhan berkualitas, merata,

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.