Oleh: Juana Syahril)*
Sekolah Rakyat sebagai salah satu program strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin dan miskin ekstrem melalui jalur pendidikan. Program ini tidak sekadar membuka akses belajar, tetapi dirancang sebagai intervensi menyeluruh yang menyentuh aspek karakter, kedisiplinan, hingga pemberdayaan keluarga. Dengan pendekatan terintegrasi, Sekolah Rakyat menjadi bagian dari upaya negara memutus rantai kemiskinan dan menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh warga.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf mengatakan bahwa keterlibatan Polri dalam mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat, terutama pada aspek penguatan kedisiplinan siswa. Dukungan di lapangan bersama TNI dinilai memberikan dampak positif terhadap proses pembentukan karakter peserta didik. Sinergi lintas sektor ini memperkuat fondasi pendidikan yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga pada pembentukan sikap dan tanggung jawab.
Penguatan kedisiplinan menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kualitas hidup siswa. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa disiplin merupakan bagian penting dari proses pembelajaran untuk membentuk karakter dan kemandirian. Dalam enam bulan pelaksanaan program, perubahan signifikan mulai terlihat. Anak-anak yang sebelumnya belum terbiasa dengan jadwal terstruktur dan aktivitas belajar yang padat, kini mampu beradaptasi dan mengikuti kegiatan dengan lebih tertib dan nyaman. Transformasi ini menunjukkan bahwa lingkungan pendidikan yang terarah mampu membentuk kebiasaan positif yang berdampak jangka panjang.
Kualitas hidup tidak hanya diukur dari kondisi ekonomi, tetapi juga dari kemampuan individu dalam mengelola waktu, tanggung jawab, serta membangun cita-cita. Sekolah Rakyat menanamkan nilai-nilai tersebut sejak dini. Dengan sistem pembelajaran yang terjadwal dan pembinaan yang konsisten, siswa dibiasakan hidup teratur, fokus pada tujuan, dan memiliki semangat untuk berkembang. Perubahan perilaku ini menjadi modal sosial yang penting dalam meningkatkan taraf hidup di masa depan.
Program Sekolah Rakyat menyasar keluarga miskin dan miskin ekstrem yang berada pada Desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional. Kelompok ini selama ini kerap menghadapi keterbatasan akses pendidikan dan layanan sosial. Presiden menyebut mereka sebagai The Invisible People, yaitu warga yang belum sepenuhnya tersentuh pembangunan. Melalui Sekolah Rakyat, negara berupaya memastikan bahwa anak-anak dari kelompok tersebut memperoleh pendidikan yang layak sebagai pintu masuk peningkatan kesejahteraan.
Data Badan Pusat Statistik mencatat hampir empat juta anak usia sekolah berada dalam kondisi tidak sekolah, belum sekolah, putus sekolah, atau berpotensi putus sekolah. Kondisi ini berimplikasi langsung terhadap kualitas hidup generasi mendatang. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan bagian dari pelaksanaan mandat konstitusi untuk memelihara fakir miskin dan anak terlantar. Pendidikan dipandang sebagai solusi fundamental untuk memperluas kesempatan dan meningkatkan mobilitas sosial.
Keunggulan Sekolah Rakyat terletak pada integrasi program pendidikan dengan pemberdayaan keluarga. Anak memperoleh pendidikan gratis hingga lulus, sementara keluarganya mendapatkan akses pada berbagai program pendukung seperti bantuan sosial, perbaikan rumah, kepesertaan PBI-JK, serta keanggotaan Kopdes Merah-Putih. Pendekatan ini dirancang agar peningkatan kualitas hidup tidak hanya dirasakan individu siswa, tetapi juga seluruh anggota keluarga.
Dengan skema tersebut, Sekolah Rakyat mendorong keluarga penerima manfaat untuk naik kelas secara sosial dan ekonomi. Pendidikan anak menjadi titik awal perubahan, sementara intervensi sosial memastikan keberlanjutan dampak. Strategi ini mencerminkan paradigma pembangunan yang menyeluruh, di mana pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi berjalan secara simultan.
Dalam rangka mempersiapkan masa depan siswa, Sekolah Rakyat juga mengembangkan hilirisasi lulusan melalui tes DNA talent berbasis kecerdasan artifisial. Pemetaan minat dan bakat dilakukan untuk membantu siswa menentukan jalur pendidikan lanjutan atau pilihan karier yang sesuai. Langkah ini memperkuat kualitas hidup jangka panjang dengan memastikan setiap lulusan memiliki arah pengembangan diri yang jelas dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa kesiapan untuk berkolaborasi dengan kementerian dan lembaga dalam mendukung kebijakan pemerintah tahun 2026, termasuk program Sekolah Rakyat. Kolaborasi ini memperlihatkan bahwa peningkatan kualitas hidup masyarakat merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen negara.
Keterlibatan Polri hingga tingkat akar rumput melalui jejaring Bhabinkamtibmas memperkuat identifikasi dan pendampingan keluarga sasaran. Dengan sinergi yang solid, pelaksanaan program menjadi lebih efektif dan tepat sasaran. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas hidup membutuhkan kerja bersama yang terkoordinasi dan berkelanjutan.
Secara keseluruhan, Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata upaya meningkatkan kualitas hidup melalui pendidikan yang inklusif dan terintegrasi. Program ini tidak hanya membuka ruang belajar, tetapi juga membangun karakter, memperkuat kedisiplinan, serta memberdayakan keluarga secara menyeluruh. Dengan dukungan lintas sektor dan inovasi berkelanjutan, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mencetak generasi tangguh menuju Indonesia Emas, sekaligus memastikan bahwa tidak ada lagi anak bangsa yang tertinggal dari arus pembangunan.
)* Penulis adalah Mahasiswa Bogor tinggal di Jakarta





