Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melanjutkan rangkaian diplomasi luar negerinya dengan mengunjungi Prancis. Dalam agenda tersebut, Prabowo bertemu Presiden Emmanuel Macron di Istana Élysée guna memperkuat kemitraan strategis kedua negara.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut pertemuan akan berlangsung secara empat mata dengan fokus peningkatan kerja sama. “Bapak Presiden akan melakukan pertemuan empat mata dengan Presiden Macron di Istana Élysée untuk membahas peningkatan kerja sama strategis kedua negara.” jelas Teddy.
Ia menambahkan, lawatan ini juga membawa misi diplomasi yang lebih luas di tengah dinamika global. “Bapak Presiden selain memperkuat kerja sama dengan pemerintah Prancis, juga akan menyampaikan posisi Indonesia dalam menjaga stabilitas dan mendorong perdamaian dunia.” ucapnya.
Kunjungan ke Prancis tersebut merupakan kelanjutan dari agenda sebelumnya di Rusia. Di Moskow, Prabowo menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Vladimir Putin di Istana Kremlin pada Senin (13/4/2026).
Pertemuan itu diarahkan pada penguatan kerja sama strategis di tengah perubahan geopolitik global yang berlangsung cepat. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyoroti intensitas komunikasi bilateral yang semakin produktif. “Saya sudah jumpa dengan banyak delegasi dari Rusia di Jakarta, dan juga di Moskow baru saja saya ketemu beberapa pejabat dari Rusia, dan beberapa perusahaan dari Rusia. Saya sangat berterima kasih karena perbicaraannya sangat produktif,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Rusia terhadap kepentingan strategis Indonesia, termasuk dalam proses aksesi ke BRICS. “Dalam beberapa hal yang sangat penting bagi Indonesia, Presiden Putin mendukung dan memberi dukungan kepada keperluan-keperluan Indonesia,” lanjutnya.
Prabowo menegaskan bahwa berbagai kesepakatan yang telah dibangun menunjukkan kemajuan pesat. “Hampir semua bidang yang kita sepakati beberapa bulan yang lalu mengalami kemajuan yang pesat. Ada satu-dua yang perlu kita percepat, saya akan segera menangani sendiri,” tegas Prabowo.
Penguatan hubungan tersebut turut ditandai dengan penandatanganan protokol bilateral oleh Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Edi Prio Pambudi dan Deputi Menteri Rusia Vladimir Illichev. “Melalui penandatanganan protokol ini, kedua negara menegaskan kembali komitmen untuk terus memperkuat kerja sama yang saling menguntungkan,” ujar Edi. ****




