Peran Danantara dalam Mendorong Inovasi dan Investasi Sektor Prioritas

oleh -13 Dilihat
banner 468x60

Oleh: Arga Wibisana

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia mulai menunjukkan peran strategisnya dalam mendorong investasi nasional yang berdampak langsung pada pembangunan ekonomi. Di tengah tantangan global dan kebutuhan percepatan transformasi ekonomi, Danantara hadir sebagai instrumen penting untuk memperkuat sektor prioritas, meningkatkan daya saing, serta membuka peluang kerja yang lebih luas. Peran ini tidak hanya dilihat dari besarnya nilai investasi, tetapi juga dari arah kebijakan yang menekankan inovasi, hilirisasi, serta pembangunan yang merata.

banner 336x280

Pada tahun 2026, Danantara Indonesia bersiap menanamkan investasi pada empat proyek prioritas dengan total nilai mencapai Rp202,4 triliun. Keempat proyek tersebut adalah Proyek Wamena, Proyek Cordova, Proyek Fukuoka, dan Proyek Johor. Rencana ini disampaikan oleh CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta. Menurut Rosan Roeslani, investasi tersebut tidak hanya mencakup proyek hilirisasi, tetapi juga merambah sektor pengolahan sampah menjadi energi, penguatan industri kimia, pengembangan data center, hingga platform kerja sama global operator serta investasi luar negeri seperti di Australia.

Proyek Wamena menjadi salah satu yang terbesar dengan fokus pada pengembangan fasilitas Waste to Energy yang tersebar di 33 kota. Proyek ini membutuhkan investasi Rp84 triliun dan ditargetkan menciptakan multiplier effect hingga sepuluh kali lipat. Langkah ini dianggap strategis karena dapat menjawab persoalan lingkungan sekaligus menghasilkan energi baru yang bernilai ekonomi. Selain itu, proyek ini diperkirakan mampu menghidupkan sektor pendukung di berbagai daerah.

Selanjutnya, Proyek Cordova difokuskan pada pengembangan fasilitas caustic soda dengan nilai investasi Rp13,4 triliun. Proyek ini diarahkan untuk mendukung hilirisasi industri nasional dan ditargetkan menghasilkan multiplier effect lima kali lipat. Keberadaan fasilitas ini diharapkan memperkuat industri dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan impor bahan baku kimia yang selama ini menjadi kebutuhan penting sektor manufaktur.

Sektor digital juga menjadi perhatian melalui Proyek Fukuoka yang mengembangkan Data Center Platform bersama global operator. Proyek ini membutuhkan investasi Rp21 triliun dengan target multiplier effect enam kali lipat. Di era ekonomi digital, pembangunan data center menjadi kebutuhan mendesak karena menjadi fondasi infrastruktur teknologi informasi, mendukung keamanan data, dan memperkuat ekosistem ekonomi digital nasional.

Sementara itu, Proyek Johor menyasar bidang agrikultur dengan nilai investasi Rp84 triliun dan target multiplier effect dua kali lipat. Investasi ini menegaskan bahwa sektor pertanian tetap menjadi salah satu prioritas penting dalam menjaga ketahanan pangan dan memperkuat ekonomi rakyat. Dengan dukungan investasi besar, sektor agrikultur diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan mendorong kesejahteraan petani.

Selain empat proyek tersebut, Danantara Indonesia juga telah memulai langkah konkret melalui peletakan batu pertama enam proyek hilirisasi fase pertama pada 6 Februari 2026. Total investasi proyek ini mencapai 7 miliar dolar AS atau sekitar Rp110 triliun yang tersebar di 13 daerah. Rosan Roeslani menilai proyek-proyek hilirisasi ini akan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi nasional, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat ekonomi daerah. Ia menekankan bahwa investasi tersebut bukan hanya soal pembangunan industri, tetapi juga membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.

Proyek hilirisasi fase pertama meliputi pembangunan dua proyek hilirisasi bauksit dengan nilai sekitar 3 miliar dolar AS, pengembangan bioavtur, bioetanol, industri garam, serta integrated poultry atau peternakan ayam terpadu. Proyek-proyek ini dipandang mampu mendukung program prioritas pemerintah, khususnya dalam memperkuat ketahanan industri dan mendorong nilai tambah produk dalam negeri.

Dalam setahun terakhir, pemerintah juga mencatat sejumlah keberhasilan penting yang memperkuat iklim investasi nasional. Stabilitas ekonomi makro relatif terjaga, pembangunan infrastruktur strategis terus berjalan, serta berbagai kebijakan penguatan hilirisasi mulai menunjukkan hasil. Upaya menjaga inflasi dan meningkatkan realisasi investasi menjadi bukti bahwa pemerintah mampu menjaga kepercayaan investor sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi.

Peran Danantara juga tampak pada sektor sosial dan pemulihan daerah terdampak bencana. Danantara memulai pembangunan hunian tetap di Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Groundbreaking dilakukan sebagai bagian dari percepatan pemulihan pascabencana dan mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat setempat. Pembangunan hunian tetap tidak hanya menyediakan tempat tinggal, tetapi juga diharapkan menjadi simbol pemulihan sosial dan ekonomi.

Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria menegaskan bahwa pembangunan hunian tetap memiliki makna luas. Ia menyebut hunian tersebut sebagai simbol kebangkitan mental dan ekonomi, mengingat kondisi pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat berada di kisaran 3,5 persen dengan inflasi mencapai 6 persen. Menurut Dony Oskaria, situasi ini harus ditangani cepat agar tidak memicu persoalan sosial yang lebih besar.

Danantara juga mendorong penguatan pendidikan melalui rencana pembangunan Sekolah Rakyat yang akan menampung sekitar 3.000 siswa dengan pendidikan gratis dan berkualitas, mulai SD hingga SMA lengkap dengan asrama. Hunian tetap ditargetkan rampung dalam tiga hingga empat bulan agar segera dapat dihuni.

Bupati Tanah Datar Eka Putra menyatakan pemerintah daerah siap mendukung penuh dengan menyiapkan lahan 1,8 hektare serta cadangan 4 hektare untuk pengembangan. Pemerintah daerah juga menyiapkan program pemberdayaan ekonomi seperti pembentukan kelompok tani dan penyediaan mesin jahit untuk mendukung usaha warga.

Melalui investasi besar di sektor prioritas dan dukungan pemulihan daerah, Danantara semakin menegaskan posisinya sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan sinergi antara pemerintah, Danantara, dan berbagai pihak, investasi ini diharapkan mampu mempercepat pembangunan, memperluas kesejahteraan, serta membawa Indonesia menuju masa depan ekonomi yang lebih kuat dan berdaya saing.

*) Peneliti Ekonomi Pembangunan

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.