Pengamat Sosial : Kopdes Merah Putih Bangkitkan Ekonomi Kolektif Desa

oleh -20 Dilihat
banner 468x60

Jakarta — Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekonomi kolektif masyarakat desa. Koperasi ini diharapkan tidak hanya menjadi lembaga ekonomi, tetapi juga mampu menghidupkan kembali nilai solidaritas sosial yang telah lama menjadi kekuatan masyarakat pedesaan.

Pengamat Sosial Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Firdaus Mirza, mengatakan pembentukan koperasi desa sejatinya sejalan dengan karakter sosial masyarakat desa yang sejak lama menjunjung tinggi semangat gotong royong.

banner 336x280

“Secara historis masyarakat desa memiliki tradisi solidaritas yang kuat, seperti gotong royong dan kerja sama dalam berbagai kegiatan sosial maupun ekonomi. Pembentukan koperasi desa dapat dipahami sebagai upaya negara untuk menghidupkan kembali ekonomi kolektif masyarakat yang berbasis pada nilai kebersamaan tersebut,” kata Firdaus Mirza.

Menurutnya, koperasi dapat menjadi instrumen kelembagaan yang mampu mengorganisasi nilai-nilai sosial masyarakat agar berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang produktif.

“Potensi sosial yang telah lama dimiliki masyarakat desa sebenarnya sangat besar. Melalui koperasi, potensi tersebut dapat difasilitasi dan diarahkan menjadi aktivitas ekonomi bersama yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Firdaus Mirza juga menekankan bahwa keberhasilan koperasi desa tidak semata-mata bergantung pada kebijakan pemerintah. Faktor penting lainnya adalah kekuatan modal sosial yang dimiliki masyarakat desa.

“Unsur kepercayaan, keterlibatan, partisipasi aktif, serta rasa memiliki masyarakat terhadap koperasi merupakan faktor penting yang menentukan keberlangsungan lembaga tersebut,” jelasnya.

Ia menambahkan, dari perspektif sosiologi ekonomi, koperasi memiliki peran strategis dalam memperkuat posisi tawar masyarakat desa dalam sistem ekonomi yang lebih luas.

“Melalui koperasi, masyarakat dapat bergerak secara kolektif sehingga memiliki kekuatan ekonomi yang lebih besar dibandingkan jika bergerak secara individu. Koperasi juga dapat memperluas akses permodalan, meningkatkan pengelolaan produksi secara bersama, serta membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk masyarakat desa,” ungkapnya.

Selain itu, aspek transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan koperasi juga menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga kepercayaan anggota.

“Pengawasan terhadap koperasi tidak hanya berasal dari pemerintah, tetapi juga perlu melibatkan partisipasi aktif anggota koperasi melalui mekanisme kontrol sosial di masyarakat,” kata Firdaus Mirza.

Ia menilai bahwa koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga menjadi ruang sosial yang memperkuat solidaritas dan rasa kepemilikan bersama di antara para anggota.

Firdaus Mirza menyebut keberhasilan Kopdes Merah Putih dapat dilihat dari sejumlah indikator, tidak hanya dari sisi keuangan, tetapi juga dari aspek sosial.

“Beberapa indikator yang dapat dilihat antara lain meningkatnya pendapatan anggota, tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan koperasi, tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga koperasi, serta berkembangnya aktivitas ekonomi yang berbasis pada potensi dan kearifan lokal di setiap daerah,” jelasnya.

Ia meyakini bahwa dengan pengelolaan yang baik serta dukungan partisipasi aktif masyarakat, Kopdes Merah Putih berpotensi menjadi pilar penting dalam mendorong kemandirian ekonomi desa.

“Dengan manajemen yang transparan, profesional, serta partisipasi masyarakat yang kuat, Kopdes Merah Putih dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” tutupnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.