Pemerintah Pastikan Ketersediaan BBM Selama Arus Balik Lebaran

oleh -7 Dilihat
banner 468x60

banner 468x60

Jakarta – Pemerintah memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional tetap aman untuk menghadapi lonjakan kebutuhan selama arus balik Lebaran 2026. Ketahanan stok BBM bahkan dilaporkan mencapai hingga 28 hari, jauh melampaui batas minimum yang telah ditetapkan pemerintah.

banner 336x280

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, menyatakan kondisi pasokan energi nasional saat ini stabil dan siap memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode mudik hingga arus balik.

banner 336x280

“Secara nasional, pasokan BBM berada jauh di atas batas minimum. Ketahanan stok saat ini berkisar antara 27 hingga 28 hari, sementara batas minimum yang diatur sekitar 21 hari,” ujarnya.

VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan kesiapan perusahaan dalam menjaga distribusi energi dengan meningkatkan stok serta memanfaatkan teknologi digital untuk pemantauan secara real time.

“Kami terus berupaya agar energi selalu hadir mendampingi masyarakat menyambut kemenangan di hari raya Idul Fitri,” ujar Baron.

Seiring kesiapan tersebut, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan agar distribusi tetap terjaga.

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas, Wahyudi Anas, menyampaikan bahwa stok BBM dan avtur di berbagai simpul transportasi berada dalam kondisi aman, dengan antisipasi lonjakan konsumsi hingga 4 persen.

“Kami melakukan monitoring persiapan arus mudik Lebaran 1447 H. Mulai dari AFT Juanda, di mana BPH Migas telah memastikan stok avtur di AFT Juanda sampai 24 hari, sehingga cukup aman dan lancar. Ada potensi lonjakan konsumsi avtur sekitar 2-4 persen yang telah diantisipasi oleh Pertamina Group untuk penyediaannya,” ujar Wahyudi.

Pemantauan dilakukan di sejumlah titik strategis, seperti Aviation Fuel Terminal Bandara Juanda Surabaya, Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, serta SPBU di jalur tol dan non-tol wilayah Pasuruan, Jember, dan Situbondo. Selain itu, stok BBM di Integrated Terminal Tanjung Wangi Banyuwangi tercatat berada di atas 30 hari.

Di ruas Tol Pasuruan, konsumsi Biosolar meningkat sekitar 20 persen akibat pembatasan operasional kendaraan angkutan barang nonsembako sejak H-7 Lebaran, sementara konsumsi Pertalite relatif stabil.

Untuk mendukung distribusi, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara juga menyiagakan 17 mobil kantong, termasuk lima unit di jalur Pantura Banyuwangi–Surabaya guna memastikan pasokan tetap lancar selama arus balik Lebaran.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.