MBG Tingkatkan Kesejahteraan serta Industri Pangan

oleh -4 Dilihat
banner 468x60

Oleh: Dhita Karuniawati )*

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam menjawab tantangan gizi, kesejahteraan masyarakat, serta penguatan sektor industri pangan nasional. Program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan nutrisi masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan, tetapi juga dirancang sebagai pengungkit ekonomi yang melibatkan petani, pelaku UMKM, serta rantai pasok pangan dalam negeri. Dengan pendekatan yang terintegrasi, MBG diharapkan mampu menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang luas serta berkelanjutan.

banner 336x280

Dari sisi kesejahteraan masyarakat, MBG berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup, khususnya bagi keluarga dengan tingkat pendapatan rendah. Akses terhadap makanan bergizi yang sebelumnya menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat kini dapat terpenuhi secara lebih merata. Anak-anak usia sekolah, misalnya, memperoleh manfaat langsung berupa asupan gizi yang cukup untuk mendukung tumbuh kembang, meningkatkan konsentrasi belajar, serta memperkuat daya tahan tubuh. Dalam jangka panjang, perbaikan gizi akan berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa MBG dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan gizi anak, tetapi juga untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Ia menjelaskan bahwa pengurangan pengeluaran rumah tangga membuka ruang bagi keluarga untuk mengalokasikan pendapatan pada kebutuhan lain yang lebih produktif, seperti pendidikan, kesehatan, dan tabungan.

Hasil survei Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak signifikan dalam menurunkan beban pengeluaran rumah tangga, khususnya pada sektor pangan. Berdasarkan survei baseline yang melibatkan 81.100 rumah tangga di seluruh Indonesia, mayoritas penerima manfaat MBG merasakan kemudahan dalam memperoleh makanan bergizi, berkurangnya waktu persiapan makan, serta perubahan perilaku konsumsi ke arah yang lebih sehat, terutama di wilayah pedesaan.

Menurut Dadan, hasil survei tersebut menjadi dasar penting dalam pengembangan kebijakan lanjutan yang lebih tepat sasaran. Program MBG juga memiliki implikasi sosial yang signifikan. Ketika kebutuhan pangan dasar masyarakat dapat dipenuhi, tekanan ekonomi rumah tangga berkurang. Pengeluaran keluarga untuk kebutuhan makanan dapat dialihkan ke sektor lain seperti pendidikan, kesehatan, atau usaha produktif. Hal ini berpotensi meningkatkan mobilitas ekonomi masyarakat dan mengurangi kesenjangan sosial. Selain itu, MBG memperkuat rasa kehadiran negara dalam menjamin kebutuhan dasar warga, sehingga meningkatkan kepercayaan publik terhadap kebijakan pemerintah.

Berdasarkan hasil survei lembaga riset Indikator Politik yang dirilis 8 Februari 2026, MBG adalah program pemerintah yang meraih kepuasan publik paling tinggi. Sebanyak 72,8% responden puas dengan pelaksanaan MBG. Hasil survei ini menjadi sinyal kuat bahwa program MBG mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Tidak kalah penting, MBG memberikan dampak positif terhadap sektor industri pangan nasional. Kebutuhan bahan baku dalam skala besar untuk mendukung program ini membuka peluang pasar yang luas bagi produsen pangan lokal. Petani, peternak, nelayan, hingga pelaku usaha kecil di bidang pengolahan makanan memiliki kesempatan untuk terlibat dalam rantai pasok. Dengan skema yang tepat, permintaan yang stabil dari program MBG dapat menjadi motor penggerak produksi pangan domestik.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memproyeksikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I tahun 2026 dengan nilai belanja memcapai Rp80 triliun. ?Menurutnya, implementasi program MBG akan berjalan optimal di tahun 2026 sehingga diharapkan dampaknya dapat dirasakan pada kuartal pertama.

?Airlangga pun menerangkan program MBG dinilai tidak hanya berdampak pada penerima manfaat, tetapi juga mendorong penguatan rantai pasok, terutama untuk komoditas pangan seperti daging, telur, dan kebutuhan lainnya.

Program MBG berpotensi menciptakan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian nasional. Setiap rupiah yang dibelanjakan dalam program MBG tidak hanya berhenti pada pemenuhan kebutuhan makan, tetapi juga menggerakkan sektor pertanian, perdagangan, transportasi, dan industri. Aktivitas ekonomi yang meningkat pada akhirnya akan menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini. Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam memastikan implementasi berjalan sesuai kebutuhan lokal, termasuk pemilihan menu berbasis potensi pangan daerah. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan lokal, tetapi juga menjaga keberagaman kuliner nusantara.

Selain itu, transparansi dan tata kelola yang baik menjadi faktor penting agar program berjalan efektif. Pengawasan terhadap kualitas makanan, distribusi, serta penggunaan anggaran harus dilakukan secara berkelanjutan. Keterlibatan masyarakat dan lembaga independen dalam proses monitoring dapat meningkatkan akuntabilitas dan memastikan manfaat program benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

Dengan perencanaan matang dan pelaksanaan yang terintegrasi, Program Makan Bergizi Gratis dapat menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat industri pangan nasional. Program ini tidak hanya memberi manfaat langsung dalam bentuk pemenuhan gizi, tetapi juga membangun fondasi ekonomi yang lebih inklusif dan berdaya saing. Pada akhirnya, MBG merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sehat, produktif, dan mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih sejahtera.

*) Penulis adalah Kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.