Ketahanan Energi Papua Jadi Fondasi Kemandirian Ekonomi

oleh -8 Dilihat
banner 468x60

Oleh: Sjaichul Anwari)*

banner 336x280

Papua memiliki potensi energi yang besar dan strategis, mulai dari migas hingga energi baru terbarukan yang belum sepenuhnya dioptimalkan. Pengelolaan yang terarah dapat menjadikan sektor energi sebagai pilar utama dalam mendorong kemandirian ekonomi kawasan timur Indonesia.

Ketahanan energi di Papua tidak hanya berkaitan dengan pasokan listrik dan bahan bakar, tetapi juga menyangkut pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat lokal. Dengan kebijakan yang tepat, penguatan sektor energi mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan investasi, dan memperkuat daya saing daerah.

Di tengah dinamika ekonomi global, Papua berpeluang menjadi fondasi baru bagi ketahanan energi nasional sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, serta masyarakat menjadi kunci agar potensi energi Papua benar-benar memberi manfaat jangka panjang.

Terkait hal itu, pemerintah terus memperkuat langkah menuju kemandirian energi nasional dengan menjadikan Papua sebagai salah satu pilar utama pengembangan ketahanan energi. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Papua memiliki potensi sumber daya energi yang besar dan strategis, baik dari sektor energi terbarukan maupun minyak dan gas bumi.

Presiden Prabowo mengatakan bahwa sumber energi yang sangat baik di Papua akan dikelola oleh Kementerian ESDM dan dirancang untuk bisa dinikmati, baik secara ekonomi maupun hasil produknya, oleh daerah-daerah Papua.

Ia menekankan Pembangunan energi di Papua tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pemerataan manfaat bagi masyarakat setempat. Pemerintah mendorong pemanfaatan energi terbarukan, seperti tenaga surya dan tenaga air, sebagai solusi berkelanjutan terutama bagi wilayah terpencil yang selama ini masih bergantung pada distribusi bahan bakar minyak (BBM) dengan biaya tinggi.

Pemerintah juga mengarahkan pengembangan bahan bakar nabati berbasis sumber daya lokal sebagai bagian dari strategi swasembada energi dan pangan nasional. Presiden menyebut kemandirian energi akan memperkuat ketahanan fiskal negara, mengingat nilai impor BBM yang masih mencapai ratusan triliun rupiah setiap tahun.

Komitmen Presiden Prabowo telah mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah sekaligus menarik investasi sektor hulu migas oleh RH Petrogas Companies in Indonesia yang dinilai mampu memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Energi dan Sumber Daya Mineral Papua Barat Daya, Suroso, berharap aktivitas usaha hulu migas Petrogas dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi daerah. Ia mengatakan, penerimaan negara maupun daerah diperoleh melalui skema bagi hasil migas.

Sementara itu, General Manager Operations RH Petrogas Companies in Indonesia Alfian Telaumbanua menegaskan koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan produksi energi nasional. Koordinasi itu merupakan bagian dari kerja sama berkelanjutan guna memastikan kelancaran operasi migas serta mendukung ketahanan energi, khususnya di Papua Barat Daya.

Langkah Presiden Prabowo menetapkan Papua sebagai salah satu kawasan prioritas Pembangunan energi berkelanjutan nasional didukung oleh Komisi VI DPR RI. Salah satu anggota Komisi VI DPR, Rivqy Abdul Halim menilai kebijakan tersebut harus ditindaklanjuti secara serius oleh seluruh Kementerian dan Lembaga terkait agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat Papua.

Rivqy menyoroti potensi energi yang dimiliki Papua bernilai besar dan strategis. Ia menjelaskan, mulai dari energi air, surya, hingga sumber energi baru dan terbarukan lainnya dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendorong kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Ia pun berharap pemerintah tidak berhenti pada tataran kebijakan, tetapi memastikan implementasi yang terukur, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat daerah.

Penguatan ketahanan energi di Papua menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun fondasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan dari wilayah timur Indonesia. Melalui kebijakan yang terarah, negara berupaya memastikan bahwa potensi energi Papua benar-benar menjadi penggerak kesejahteraan masyarakat lokal.

Langkah pemerintah yang mengintegrasikan pengembangan migas dan energi terbarukan dinilai sebagai strategi seimbang untuk menjawab tantangan masa depan. Pendekatan ini tidak hanya menjaga stabilitas pasokan energi nasional, tetapi juga membuka peluang investasi dan lapangan kerja baru di daerah.

Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, serta pelaku industri menjadi faktor penting dalam mempercepat realisasi kemandirian energi nasional. Dengan koordinasi yang kuat, pembangunan sektor energi di Papua diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata dan berkelanjutan.

Dukungan legislatif dan keterlibatan masyarakat menjadi penguat arah kebijakan energi yang berpihak pada kepentingan daerah. Pemerintah terus mendorong implementasi program secara terukur agar manfaat pembangunan energi dapat dirasakan secara luas dan merata.

Ke depan, Papua berpotensi menjadi simbol keberhasilan transformasi energi nasional yang berbasis pemerataan pembangunan. Komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor energi diyakini mampu menjadikan Papua sebagai fondasi baru kemandirian ekonomi Indonesia.

)* Pengamat Energi Nasional

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.