JAKARTA — Peran TNI dalam penanggulangan bencana terus diperkuat melalui pengerahan personel, peralatan, serta koordinasi dengan lembaga terkait. Selain menjalankan tugas pertahanan, prajurit TNI turut berada di garis depan membantu masyarakat yang terdampak bencana, mulai dari kebakaran hutan dan lahan hingga bencana alam di berbagai daerah.
“Puncak HUT TNI akan dilaksanakan secara sederhana di Mabes TNI karena pasukan yang mengikuti upacara banyak yang bertugas di daerah bencana. Ada yang masih di Kalimantan, Sumatera, NTT,” ujar Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.
Keputusan menggelar peringatan HUT ke-81 TNI secara sederhana pada 5 Oktober 2026 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, mencerminkan prioritas terhadap tugas kemanusiaan. Ribuan prajurit masih dikerahkan untuk membantu penanganan bencana di sejumlah wilayah sehingga sebagian personel tidak dapat mengikuti upacara secara terpusat.
“Prinsipnya, kami ingin perayaan ini tetap bisa dinikmati oleh masyarakat luas dari berbagai kalangan,” tutur Agus.
Sementara itu, kontribusi TNI dalam penanganan karhutla juga diperkuat melalui kerja sama internasional. Pemerintah memberikan Satyalancana Dharma Samudera kepada 361 personel Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) sebagai penghargaan atas dukungan mereka dalam operasi penanganan karhutla di Indonesia.
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan, kerja sama militer kedua negara kini tidak lagi sekadar berpusat pada dialog perundingan atau latihan rutin semata, melainkan diterjemahkan secara nyata ke dalam aksi membantu masyarakat menghadapi krisis bencana alam.
Penghargaan tersebut disematkan Sjafrie secara simbolis di atas kapal JS Kunisaki yang bersandar di Pelabuhan Internasional Kijing, Kalimantan Barat. Dalam operasi lapangan, dukungan helikopter berat CH-47 Chinook Jepang diintegrasikan bersama Satgas TNI dan dikoordinasikan dengan BNPB untuk memperluas jangkauan pemadaman serta distribusi bantuan ke wilayah yang sulit dijangkau.
“Sinergi ini menegaskan bahwa meskipun kemampuan nasional sudah semua dikerahkan, namun kolaborasi internasional menjadi kunci utama memperkuat penanganan krisis iklim dan keselamatan masyarakat,” kata Sjafrie.
Keterlibatan TNI dalam penanganan bencana juga memperlihatkan pentingnya kesiapan operasi di luar tugas pertahanan konvensional. Pengerahan personel ke wilayah terdampak dilakukan untuk mendukung proses evakuasi, distribusi bantuan, pemulihan fasilitas, serta kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat.
Selain tugas kemanusiaan, rangkaian kegiatan HUT ke-81 TNI tetap diarahkan untuk memperkuat kedekatan dengan masyarakat. Pameran alutsista, kegiatan olahraga, dan berbagai agenda kemasyarakatan menjadi ruang interaksi publik sekaligus menjaga hubungan antara prajurit dan rakyat. (*)




