Danantara dan Langkah Strategis Menuju Ekosistem Teknologi Modern

oleh -20 Dilihat
banner 468x60

Oleh : Devita Adastri )*

banner 336x280

Pembentukan Danantara dinilai menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat arah pembangunan ekonomi nasional yang berbasis inovasi dan teknologi modern. Kehadiran lembaga investasi nasional tersebut tidak hanya dipandang sebagai instrumen pengelolaan aset negara, tetapi juga sebagai penggerak transformasi menuju ekosistem teknologi yang lebih terintegrasi, adaptif, dan kompetitif di tingkat global. Di tengah persaingan ekonomi digital yang semakin ketat, Indonesia membutuhkan fondasi investasi yang mampu mendukung percepatan pembangunan sektor-sektor strategis berbasis teknologi agar tidak tertinggal dari negara lain di kawasan Asia maupun dunia.

Dalam konteks perkembangan global, teknologi kini menjadi faktor utama yang menentukan daya saing sebuah negara. Negara-negara maju berlomba memperkuat investasi pada kecerdasan buatan, pusat data, energi hijau, kendaraan listrik, industri semikonduktor, hingga transformasi layanan digital publik. Indonesia pun memiliki peluang besar untuk mengambil peran penting dalam rantai ekonomi digital global karena didukung jumlah penduduk yang besar, pengguna internet yang terus meningkat, serta potensi bonus demografi. Namun, potensi tersebut memerlukan dukungan pendanaan jangka panjang dan tata kelola investasi yang kuat agar mampu berkembang secara berkelanjutan. Di sinilah Danantara dipandang memiliki peran penting sebagai katalisator pembangunan ekonomi berbasis teknologi.

Chief Technology Officer (CTO) BPI Danantara, Sigit Puji Santosa menjelaskan keberadaan Danantara juga dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, industri, dan sektor inovasi nasional. Selama ini, banyak pengembangan teknologi dalam negeri menghadapi tantangan pendanaan, minimnya dukungan riset, dan keterbatasan akses terhadap investasi strategis. Akibatnya, tidak sedikit talenta muda Indonesia yang memilih mengembangkan inovasinya di luar negeri karena ekosistem domestik belum sepenuhnya mendukung pertumbuhan teknologi secara optimal. Dengan adanya lembaga investasi yang memiliki orientasi jangka panjang, peluang pengembangan startup teknologi, riset kecerdasan buatan, digitalisasi industri, hingga penguatan infrastruktur teknologi nasional dapat berjalan lebih terarah dan berkesinambungan.

Selain itu, Danantara dapat menjadi instrumen penting dalam mempercepat hilirisasi industri nasional berbasis teknologi. Indonesia selama ini dikenal kaya akan sumber daya alam, tetapi nilai tambah ekonominya belum sepenuhnya dinikmati di dalam negeri. Penguatan investasi pada sektor hilirisasi berbasis teknologi dapat menciptakan rantai produksi yang lebih modern sekaligus membuka lapangan kerja berkualitas tinggi. Misalnya, pengembangan industri baterai kendaraan listrik, pengolahan mineral strategis, hingga penguatan manufaktur berbasis digital dapat menjadi pintu masuk menuju ekonomi masa depan yang lebih kompetitif. Langkah tersebut juga sejalan dengan kebutuhan dunia yang mulai bergerak menuju ekonomi hijau dan industri rendah emisi karbon.

Sementara itu, Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir menjelaskan transformasi menuju ekosistem teknologi modern tidak hanya berkaitan dengan pembangunan industri besar, tetapi juga menyentuh kehidupan masyarakat secara luas. Digitalisasi layanan publik, pengembangan sistem pendidikan berbasis teknologi, penguatan layanan kesehatan digital, hingga pengembangan UMKM berbasis platform digital merupakan bagian dari perubahan yang perlu didukung secara menyeluruh. Dengan investasi yang tepat, teknologi dapat menjadi alat untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan yang lebih cepat, murah, dan efisien. Oleh sebab itu, pengelolaan investasi nasional perlu diarahkan agar manfaat pembangunan teknologi tidak hanya dinikmati kelompok tertentu, tetapi mampu mendorong pemerataan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Di sisi lain, penguatan ekosistem teknologi juga harus diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Tantangan terbesar dalam era transformasi digital bukan hanya soal infrastruktur, melainkan kesiapan tenaga kerja menghadapi perubahan teknologi yang sangat cepat. Indonesia membutuhkan lebih banyak tenaga ahli di bidang kecerdasan buatan, keamanan siber, data science, rekayasa perangkat lunak, dan teknologi manufaktur modern. Investasi yang dilakukan melalui Danantara dapat diarahkan untuk mendukung pendidikan vokasi, pelatihan digital, riset universitas, serta kolaborasi industri dengan lembaga pendidikan. Dengan demikian, pembangunan teknologi tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan SDM unggul yang siap bersaing secara global.

Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, Dony Oskaria menjelaskan pengelolaan investasi yang transparan dan profesional juga menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik dan investor internasional. Dalam pembangunan ekosistem teknologi modern, kepastian regulasi dan tata kelola yang akuntabel merupakan syarat utama agar investasi dapat berkembang secara sehat. Danantara diharapkan mampu menjalankan prinsip tata kelola yang baik dengan mengutamakan efisiensi, keberlanjutan, dan kepentingan nasional jangka panjang. Kepercayaan investor global terhadap Indonesia akan semakin meningkat apabila pengelolaan investasi mampu menunjukkan stabilitas, konsistensi kebijakan, dan keberpihakan terhadap inovasi nasional. Kondisi tersebut dapat membuka peluang masuknya investasi asing berkualitas yang mendukung transfer teknologi dan pengembangan industri masa depan.

Pada akhirnya, keberadaan Danantara dapat menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk mempercepat langkah menuju negara dengan ekosistem teknologi modern yang kuat dan mandiri. Perubahan dunia yang semakin cepat menuntut Indonesia untuk tidak hanya menjadi pasar teknologi, tetapi juga menjadi produsen inovasi yang mampu bersaing di tingkat internasional. Dengan dukungan investasi strategis, penguatan SDM, pembangunan infrastruktur digital, serta tata kelola yang profesional, Indonesia memiliki peluang besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi digital di kawasan. Danantara bukan sekadar lembaga investasi, melainkan bagian dari upaya besar membangun fondasi ekonomi masa depan yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing tinggi.

)* penulis merupakan pengamat kebijakan Teknologi

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.