Dampak Stimulus Lebaran Meluas, Konsumsi Meningkat Signifikan

oleh -7 Dilihat
banner 468x60
banner 468x60

JAKARTA – Stimulus dan program belanja selama periode Ramadan hingga Idulfitri 1447 H/2026 memberikan dampak nyata terhadap peningkatan konsumsi masyarakat. Hal ini tercermin dari meningkatnya transaksi domestik serta aktivitas ekonomi di berbagai sektor.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026 menjadi salah satu pendorong utama konsumsi masyarakat.

banner 336x280
banner 336x280

“Program ini menargetkan transaksi sekitar Rp53,38 triliun atau meningkat sekitar 20% dibandingkan tahun lalu,” ujarnya.

Menurut Airlangga, konsistensi pelaksanaan program tersebut mampu menjaga daya beli masyarakat dan memperkuat ekonomi domestik, khususnya pada periode hari besar keagamaan.

Sejalan dengan itu, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mencatat adanya lonjakan konsumsi rumah tangga selama libur Lebaran. Peningkatannya diperkirakan berada pada kisaran 10% hingga 15%, yang turut mendorong perputaran uang di masyarakat.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, menilai peningkatan konsumsi tersebut menjadi faktor penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi kuartal pertama.

“Perputaran uang selama perayaan dan libur Idul Fitri 1447 H dengan konsumsi rumah tangga yang melonjak rata-rata 10%-15% menjadi momentum untuk mengerek pertumbuhan ekonomi nasional kuartal I-2026 yang ditargetkan sebesar 5,4% sampai 5,5%,” ujarnya.

Ia menambahkan, optimisme tersebut juga didukung oleh rangkaian momentum konsumsi sejak awal tahun, mulai dari libur Natal dan Tahun Baru hingga perayaan Imlek.

“Maka kami sangat optimistis pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 dapat mencapai target,” ucapnya.

Di sisi lain, kalangan akademisi menilai konsumsi rumah tangga memang memiliki kontribusi dominan terhadap perekonomian nasional.

Peneliti Senior Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Joko Budi Santoso, menyebut peran konsumsi sangat signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Konsumsi rumah tangga menyumbang lebih dari 60 persen terhadap pertumbuhan ekonomi. Jadi ketika momen Lebaran konsumsi meningkat, dampaknya sangat signifikan,” ujarnya.

Joko juga menyoroti peningkatan aktivitas di sektor transportasi dan distribusi barang yang ikut menggerakkan ekonomi.

“Di momen Lebaran sektor transportasi biasanya meningkat karena mobilitas masyarakat tinggi. Selain itu pergudangan dan distribusi barang juga ikut naik,” ucapnya.

Namun demikian, ia mengingatkan adanya potensi kenaikan harga akibat tingginya aktivitas ekonomi. Karena itu, peran pemerintah dalam menjaga stabilitas menjadi krusial.

“Pemerintah perlu memastikan bahan pangan aman, harga tetap stabil, dan transportasi tetap lancar agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” ucapnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.