Stimulus Transportasi Ramadan Diperkuat, Pemerintah Dorong Perputaran Ekonomi dan Daya Beli Masyarakat

oleh -9 Dilihat
banner 468x60

Jakarta – Pemerintah kembali memperkuat stimulus di sektor transportasi menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026 guna menjaga daya beli sekaligus mendorong perputaran ekonomi nasional. Kebijakan ini dinilai efektif menciptakan ruang ekonomi baru, terutama bagi masyarakat kelas menengah yang selama ini tidak sepenuhnya tersentuh bantuan sosial.

Tenaga Pakar Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Fithra Faisal Hastiadi, mengatakan pengalaman stimulus transportasi pada tahun sebelumnya menunjukkan hasil yang positif. Menurutnya, paket kebijakan yang difokuskan pada transportasi serta pariwisata ekonomi kreatif mampu menggerakkan sektor lain yang saling terhubung.

banner 336x280

“Kalau kita lihat di kuartal kedua kemarin, sektor yang berkaitan dengan transportasi meningkat cukup baik. Sektor akomodasi makanan dan minuman misalnya naik sekitar 8 persen, sementara sektor jasa bahkan tumbuh di atas 10 hingga 11 persen,” ujar Fithra.

Ia menjelaskan, meski nilai stimulus transportasi relatif kecil dibandingkan anggaran bansos, dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi dinilai signifikan karena menciptakan aktivitas ekonomi baru. Fithra menilai kebijakan ini juga menjadi solusi bagi kelompok kelas menengah yang tidak menerima bansos namun membutuhkan dorongan daya beli.

“Cara membantu middle class itu bukan dengan bansos, tetapi dengan menciptakan ruang ekonomi. Sektor transportasi, pariwisata, dan ekonomi kreatif terbukti membuka peluang kerja yang lebih inklusif,” katanya.

Pemerintah juga memastikan stimulus transportasi saat mudik bertujuan menjaga keseimbangan distribusi ekonomi. Dengan adanya subsidi transportasi, masyarakat memiliki ruang pengeluaran lebih luas.

“Pengeluaran transportasi yang lebih ringan akan meningkatkan disposable income. Uang yang tadinya habis untuk perjalanan bisa dibelanjakan di daerah, sehingga terjadi perputaran ekonomi,” jelasnya.

Fithra menambahkan, perputaran uang selama mudik di Pulau Jawa saja diperkirakan mencapai Rp300 hingga Rp350 triliun. Di sisi lain, pemerintah tetap menjaga stabilitas harga pangan melalui penguatan logistik dan momentum panen raya agar pasokan tetap terjaga selama Ramadan.

Kebijakan tersebut juga mendapat apresiasi dari pendengar Radio Elshinta. Fauzi, warga Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menilai stimulus transportasi dan pengendalian harga pangan memberikan rasa aman bagi masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi langkah pemerintah menyiapkan stimulus transportasi dan menjaga stabilitas harga pangan jelang Ramadan dan Idulfitri. Diskon tiket, tarif tol, serta komitmen menjaga bansos membuat masyarakat lebih tenang menghadapi kebutuhan Lebaran,” kata Fauzi.

Dengan kombinasi stimulus transportasi, stabilitas harga, dan dukungan sektor ekonomi kreatif, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi tahun 2026 dapat mendekati target 6 persen sekaligus menjaga momentum konsumsi masyarakat selama Ramadan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.