Stimulus Jelang Ramadan Gerakkan Sektor Riil

oleh -28 Dilihat
banner 468x60

Jakarta – Langkah pemerintah dalam menggulirkan berbagai paket stimulus ekonomi dinilai terbukti efektif menjaga perputaran ekonomi nasional, khususnya melalui sektor transportasi, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Strategi ini tidak hanya membantu mobilitas masyarakat, tetapi juga memperkuat daya beli serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara lebih merata.

Tenaga Pakar Badan Komunikasi Pemerintah, Fithra Faisal Hastiadi, menegaskan bahwa stimulus pemerintah yang difokuskan pada sektor transportasi telah menunjukkan hasil yang positif, terutama saat momentum arus mudik dan libur nasional.

banner 336x280

“Pemerintah memberikan stimulus, terutama di sektor transportasi hasilnya cukup baik. Sebagaimana contohnya adalah lebaran tahun lalu pemerintah mulai mengaktifkan paket-paket kebijakan stimulus yang fokusnya ke sektor transportasi dan juga pariwisata ekonomi kreatif,” ujarnya.

Menurut Fithra, desain stimulus tersebut bukan sekadar bantuan sesaat, tetapi diarahkan untuk memperkuat aspek distribusi ekonomi. Dengan adanya subsidi dan fasilitas transportasi, masyarakat dapat menghemat biaya perjalanan dan mengalihkan pengeluaran ke sektor lain yang lebih produktif di daerah tujuan.

“Stimulus ini tujuannya adalah lebih ke aspek distribusi. Jadi pertama ketika mudik diberikan fasilitas, ada subsidi di sektor transportasi sehingga pengeluaran untuk transport tidak akan terlalu besar. Dia akan mengalihkan apa yang disebut dalam ekonomi itu terminologi disposable income, jadi uang yang harus di sektor transportasi, bisa dibelanjakan ke tempat-tempat lain. Ada pengalokasian anggaran ya, jadi surplus konsumen kemudian buat belanja di daerah,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa efek stimulus memiliki daya cengkeram berlapis, mulai dari jangka pendek hingga jangka panjang. Dalam jangka pendek, stimulus menggerakkan konsumsi. Dalam jangka menengah, memperkuat sektor usaha. Sementara dalam jangka panjang, membuka fondasi penciptaan kerja formal melalui proyek-proyek siap jalan.

“Faktor stimulus itu memiliki daya cengkram di jangka pendek, menengah, dan panjang. Bagaimanapun yang namanya stimulus tentunya Ad-hoc sifatnya, bisa diberikan terus-menerus. Maka apa yang bisa diberikan Pemerintah, khususnya bagi kelompok kelas menengah, salah satunya stimulus. Kedua memberbesar porsi industri, seperti di tahun ini ada beberapa shuffle ready project yang tujuannya adalah untuk menciptakan tenaga kerja di sektor formal,” paparnya.

Lebih jauh, Fithra menegaskan arah kebijakan pemerintah tidak berhenti pada proyek fisik, melainkan berorientasi pada kesejahteraan rakyat secara nyata dan inklusif.

“Pemerintah itu punya visi jangka pendek, menengah, dan panjang. Tetapi tujuan pemerintah adalah supaya masyarakat sejahtera. Pemerintah ingin terus menjaga supaya pembangunan yang terjadi adalah Pembangunan Indonesia, bukan cuma pembangunan di Indonesia. Kalau pembangunan di Indonesia, kita cuma bangun gedung tinggi bertingkat, tetapi rakyatnya tidak bisa masuk,” tegasnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.