Riset Akademik Soroti Peran MBG dalam Mendorong Ekonomi Masyarakat

oleh -11 Dilihat
banner 468x60

Oleh: Bara Winatha*)

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah tidak hanya dipandang sebagai kebijakan sosial untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mulai dilihat sebagai instrumen pembangunan ekonomi yang berdampak luas. Sejumlah riset akademik menunjukkan bahwa implementasi program ini memiliki efek berlapis, mulai dari peningkatan akses gizi bagi kelompok rentan hingga mendorong aktivitas ekonomi di tingkat lokal. Karena itu, berbagai kajian ilmiah mulai menyoroti bagaimana program ini mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

banner 336x280

Guru Besar Ilmu Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Prof. Fentiny Nugroho mengatakan bahwa hasil riset yang dilakukan tim peneliti FISIP UI menunjukkan program MBG memiliki dampak ekonomi yang cukup signifikan bagi masyarakat. Penelitian tersebut dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah, observasi, serta studi dokumen di tiga wilayah yaitu Jakarta Timur, Depok, dan Tangerang Selatan. Kajian tersebut berupaya melihat bagaimana program MBG memengaruhi dinamika ekonomi rumah tangga, termasuk perubahan struktur pendapatan serta pola pengeluaran keluarga penerima manfaat.

Fentiny menjelaskan bahwa keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program MBG mampu menggerakkan perputaran dana dalam jumlah besar di tingkat lokal. Menurutnya, setiap unit SPPG dapat mengelola anggaran hingga sekitar Rp10 hingga Rp12 miliar per tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar 85 persen digunakan untuk pembelian bahan baku yang sebagian besar berasal dari petani dan pemasok lokal. Kondisi ini dinilai memberikan dampak ekonomi langsung bagi sektor pertanian serta pelaku usaha kecil yang terlibat dalam rantai pasok penyediaan bahan pangan.

Ia menambahkan bahwa operasional SPPG juga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar. Setiap unit layanan gizi tersebut mempekerjakan sekitar 50 orang tenaga kerja dan melibatkan puluhan petani serta pemasok bahan pangan. Selain tenaga kerja tetap, program ini juga melibatkan relawan yang membantu operasional harian. Para relawan tersebut memperoleh penghasilan harian yang berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp125 ribu per orang. Penghasilan tersebut menjadi tambahan pendapatan yang cukup berarti bagi sebagian masyarakat yang sebelumnya tidak memiliki sumber penghasilan tetap.

Selain meningkatkan pendapatan bagi sebagian kelompok masyarakat, riset tersebut juga menemukan adanya perubahan pola pengeluaran pada keluarga penerima manfaat. Sebagian keluarga merasakan penurunan pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan pangan karena anak-anak mereka telah memperoleh makanan bergizi melalui program MBG di sekolah. Dampak ini paling dirasakan oleh keluarga yang berada dalam kategori miskin dan rentan miskin karena pengeluaran untuk makanan menjadi salah satu komponen terbesar dalam anggaran rumah tangga mereka.

Dalam perspektif jangka panjang, Program MBG memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Asupan nutrisi yang baik dapat mendukung pertumbuhan fisik anak, meningkatkan perkembangan kognitif, serta memperbaiki kondisi kesehatan secara keseluruhan. Dengan kualitas gizi yang lebih baik, anak-anak diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk berprestasi di bidang pendidikan dan pada akhirnya mampu berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi di masa depan.

Sementara itu, Guru Besar Ilmu Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Prof. Dr. Imamudin Yuliadi mengatakan bahwa program MBG memiliki potensi menjadi instrumen strategis yang tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi daerah. Menurutnya, dalam situasi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, kebijakan yang mengintegrasikan program sosial dengan penguatan ekonomi lokal seperti MBG menjadi salah satu pendekatan yang relevan untuk menjaga keberlanjutan pembangunan nasional.

Dampak ekonomi program MBG dapat berbeda di setiap daerah, tergantung pada kesiapan infrastruktur ekonomi lokal serta tingkat keterlibatan masyarakat dalam rantai pasok program tersebut. Ia menilai bahwa daerah yang mampu melibatkan petani, peternak, dan pelaku usaha lokal dalam penyediaan bahan pangan akan memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar. Dengan meningkatnya permintaan terhadap bahan pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan program MBG, aktivitas produksi dan distribusi di tingkat daerah dapat meningkat secara signifikan.

Dampak ekonomi dari program MBG juga mulai terlihat di sektor industri dan logistik. Deputy to 4W Sales & Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales, Donny Saputra mengatakan bahwa meningkatnya kebutuhan kendaraan logistik untuk mendukung operasional program MBG turut mendorong kenaikan permintaan kendaraan niaga di pasar domestik. Ia menjelaskan bahwa kontribusi permintaan kendaraan untuk mendukung program MBG cukup signifikan terhadap penjualan segmen fleet perusahaan.

Donny menyebut bahwa sekitar separuh dari permintaan kendaraan fleet berasal dari kebutuhan operasional program MBG, sementara sisanya berasal dari perusahaan swasta yang melakukan peremajaan armada kendaraan. Peningkatan aktivitas logistik yang terkait dengan distribusi makanan dalam program MBG telah menciptakan kebutuhan tambahan terhadap kendaraan niaga yang digunakan untuk mengangkut bahan pangan maupun mendistribusikan makanan ke berbagai lokasi.

Dengan pengelolaan yang transparan, pengawasan yang kuat, serta keterlibatan masyarakat dalam rantai pasok, MBG berpotensi menjadi salah satu program sosial yang memiliki dampak ekonomi paling luas di Indonesia. Riset akademik yang menyoroti peran program ini menunjukkan bahwa kebijakan sosial yang dirancang dengan baik dapat memberikan manfaat ganda, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional.

*) Penulis merupakan Pengamat Sosial dan Kemasyarakatan

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.