Pemerintah Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil pada Ramadhan 2026

oleh -6 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA — Pemerintah memastikan stok pangan nasional aman dan harga tetap stabil sepanjang Ramadhan 2026 melalui penguatan produksi, optimalisasi cadangan, serta intervensi pasar yang terukur.

Neraca pangan hingga April 2026 menunjukkan sembilan komoditas strategis berada dalam kondisi surplus sehingga menopang stabilitas pasokan dan harga.

banner 336x280

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional menegaskan produksi nasional tinggi dengan dukungan stok yang melimpah.

“Produksi kita tinggi, stok kita banyak. Yang swasembada pangan kita sudah sembilan, yang belum ada tiga. Nah, yang tiga (belum swasembada) ini pun stoknya banyak. Jadi tidak boleh ada main-main,” tegas Amran.

Ia menjelaskan stok beras nasional saat itu mencapai sekitar 3,4 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah dan jauh di atas kondisi normal.

Pemerintah juga menyiapkan cadangan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan sebesar 1,5 juta ton dengan harga maksimal Rp12.500 per kilogram sebagai instrumen pengendalian harga.

“Tidak ada alasan beras naik. Stok kita tertinggi sepanjang sejarah. Minyak goreng kita produsen terbesar dunia, stok pemerintah 700 ribu ton, harga maksimal Rp15.700. Daging ayam Harga Acuan Pembeliannya Rp40.000, daging sapi Rp140.000,” ujarnya.

Pengawasan distribusi turut diperkuat melalui kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, serta Satgas Pangan.

Amran menegaskan penindakan difokuskan pada pabrik dan distributor utama.

“Kalau ada yang mencoba menaikkan harga, pemerintah bersama Satgas Pangan akan menindak tegas. Pengawasan difokuskan pada sumber distribusi besar, bukan pedagang kecil,” katanya.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Isy Karim menambahkan pemantauan harga dilakukan secara intensif di seluruh daerah.

Ia meminta pemerintah daerah segera melaporkan lonjakan harga yang tidak sejalan dengan kondisi stok.

“Kalau harga melonjak tapi stok cukup, tentu bisa diambil tindakan. Segera laporkan ke pusat agar bisa dilakukan suplai dari daerah lain atau melalui BUMN pangan, sehingga harga tidak bergejolak,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan kesiapan pemerintah dalam penyaluran bantuan pangan sebagai bantalan ekonomi masyarakat.

“Bantuan pangan akan dibagikan di bulan Februari itu terdiri dari 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng dengan anggaran Rp11,92 triliun. Nah, ini pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan untuk bisa menjaga kelancaran logistik,” papar Airlangga.

Melalui surplus produksi, operasi pasar, bantuan pangan, dan pengawasan distribusi, pemerintah memastikan Ramadhan 2026 berlangsung aman dan tenang dengan pasokan serta harga pangan yang stabil. (*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.