JAKARTA — Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Herindra, M.A, M.Sc. mendorong penguatan kebijakan nasional untuk menghadapi perkembangan spionase
Medium Timur
Pemerintah Pangkas Rantai Distribusi Subsidi lewat Koperasi Merah Putih
INDRAMAYU — Pemerintah terus mematangkan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai salah satu instrumen untuk memangkas rantai distribusi pangan dan penyaluran
Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi
Jakarta – Pemerintah terus memperkuat peran Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebagai bagian dari upaya memperbaiki tata kelola penyaluran subsidi agar lebih
Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir
*) Oleh : Gavin Asadit Pemerintah terus memperkuat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai instrumen strategis untuk membangun ekonomi rakyat dari tingkat desa. Pada
Dari Subsidi hingga Logistik, Koperasi Merah Putih Menghidupkan Kembali Ekonomi Kerakyatan
Oleh Rianti Yuli Andini )* Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tengah diarahkan bukan sekadar menjadi lembaga ekonomi baru di tingkat desa, melainkan sebagai
Ketahanan Ekonomi Indonesia Terjaga, Investasi dan Konsumsi Jadi Penopang
Jakarta — Perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan yang tetap kuat di tengah dinamika ekonomi global. Berdasarkan rilis terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi
Ekonomi RI Tumbuh Positif, Daya Tahan Nasional Makin Kuat
JAKARTA — Ketahanan ekonomi nasional dinilai semakin solid di tengah tekanan ekonomi global yang masih tinggi, ditopang oleh pertumbuhan yang stabil pada
Di Tengah Tekanan Global, Ekonomi Indonesia Tetap Menunjukkan Daya Tahan
*) Oleh: Ahmad Zulfikar Perekonomian global memasuki fase yang semakin kompleks, ditandai olehketidakpastian geopolitik, perubahan arah kebijakan perdagangan, volatilitas hargakomoditas, serta perlambatan di sejumlah negara besar. Dalam situasi tersebut, Indonesia memiliki tantangan untuk menjaga momentum pertumbuhan sekaligusmemastikan stabilitas ekonomi domestik tetap terpelihara. Pemerintah meresponstekanan tersebut dengan memperkuat fondasi ekonomi melalui peningkatanproduktivitas, hilirisasi sumber daya alam, investasi, pengembangan manufaktur, danpenguatan ekosistem digital. Arah kebijakan ini penting karena ketahanan ekonomitidak cukup dibangun dengan kemampuan bertahan menghadapi guncangan, tetapiharus ditopang kapasitas untuk terus tumbuh ketika lingkungan eksternal berubah. Di tengah tekanan tersebut, ketahanan permintaan domestik menjadi salah satukekuatan utama ekonomi Indonesia. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso menjelaskan bahwa perekonomian Indonesia pada 2026 diproyeksikan tetap tumbuh solid dengan permintaan domestik sebagaipenopang utama. Optimisme tersebut memperoleh pijakan dari pertumbuhan ekonomitriwulan II 2026 sebesar 5,29 persen yang menunjukkan bahwa aktivitas ekonominasional masih memiliki daya tahan kuat. Kondisi ini sekaligus memperlihatkan bahwakonsumsi dan investasi domestik dapat menjadi bantalan ketika tekanan eksternalmengganggu perdagangan maupun arus modal global. Lebih lanjut, prospek tersebut tidak terlepas dari sinergi kebijakan pemerintah danBank Indonesia dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan. Ramdan Denny Prakoso menilai bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dansistem pembayaran terus diarahkan untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorongaktivitas ekonomi yang berkelanjutan. Sinergi semacam ini menjadi semakin pentingketika perekonomian harus menghadapi ketidakpastian global tanpa mengorbankanmomentum pemulihan domestik. Dengan konsumsi, investasi, dan dukungankebijakan yang bergerak secara simultan, ruang bagi Indonesia untukmempertahankan pertumbuhan tetap terbuka. Namun, ketahanan ekonomi tidak boleh hanya bergantung pada konsumsi. Karenaitu, pemerintah perlu terus memperdalam struktur produksi nasional agar pertumbuhan memiliki fondasi yang lebih kuat dan menghasilkan nilai tambah di dalam negeri. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartartomenempatkan penguatan sektor manufaktur dan rantai pasok sebagai bagian pentingdari strategi tersebut, sekaligus memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga. Kebijakan hilirisasi menjadi instrumen strategis karena mengubah orientasi ekonomidari sekadar mengekspor bahan mentah menuju pengembangan industri pengolahandan produk turunan bernilai tinggi. Dalam kerangka tersebut, hilirisasi bukan semata kebijakan perdagangan, melainkanstrategi transformasi struktural ekonomi nasional. Pengembangan industripengolahan, termasuk baterai dan kendaraan listrik, membuka peluang untukmemperluas investasi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kompetensi tenagakerja, dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global. Airlangga Hartartojuga menekankan pentingnya perluasan pasar ekspor melalui kerja samaperdagangan serta penguatan kemitraan teknologi dan ekonomi digital. Strategi inimembuat perekonomian Indonesia tidak hanya bertumpu pada kekuatan pasardomestik, tetapi juga memiliki kapasitas lebih besar untuk menangkap peluang dariperubahan konfigurasi ekonomi dunia. Selanjutnya, transformasi industri membutuhkan fondasi teknologi yang memadai. Perkembangan kecerdasan artifisial, big data, komputasi awan, dan Internet of Things menciptakan peluang baru untuk meningkatkan efisiensi serta produktivitas industrinasional. Karena itu, pengembangan kapasitas data center dan infrastruktur digital perlu dipandang sebagai bagian dari infrastruktur ekonomi, bukan sekadar fasilitasteknologi. Airlangga Hartarto menilai penguatan ekosistem digital akan semakinpenting dalam memperkuat keterhubungan industri Indonesia dengan rantai pasokglobal sekaligus menciptakan model pertumbuhan baru yang berbasis inovasi. Di sisi lain, kekuatan terbesar Indonesia tetap berada pada pasar domestik yang besar. Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limansetomenyebut konsumsi domestik yang berada di kisaran 54–55 persen dariperekonomian sebagai modal penting untuk memperkuat industri nasional. Besarnyapasar dalam negeri memberikan ruang bagi produsen untuk meningkatkan kapasitas, memperluas jaringan pemasok, dan menciptakan skala ekonomi yang lebih kompetitif. Dengan demikian, konsumsi domestik tidak semestinya berhenti sebagai mesinpertumbuhan, tetapi harus ditransformasikan menjadi kekuatan yang mendorongproduksi nasional dan memperbesar kandungan lokal. Karena itu, tantangan kebijakan ekonomi ke depan adalah memastikan pertumbuhanyang tercipta benar-benar berkualitas. Pemerintah menyampaikan optimisme bahwapertumbuhan ekonomi sepanjang 2026 dapat bergerak menuju kisaran 6 persen, tetapi angka tersebut harus diterjemahkan menjadi manfaat konkret bagi masyarakat. Pertumbuhan harus menghasilkan pekerjaan yang lebih luas, pendapatan yang meningkat, daya beli yang terjaga, kesempatan berusaha yang semakin terbuka, sertapelayanan publik yang lebih baik. Pada titik inilah kualitas pertumbuhan diuji, yakniketika ekspansi ekonomi mampu mengurangi kemiskinan dan memperluaskesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan. Di tengah dunia yang bergerak cepat dan penuh ketidakpastian,
Ekonomi RI Tahan Banting, Bukti Arah Kebijakan Pemerintah Tetap Terukur
Oleh : Antonius Utomo Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih dipengaruhi konflik geopolitik, dinamikaperdagangan internasional, serta fluktuasi pasar keuangan dunia, perekonomian Indonesia kembali menunjukkan daya tahan yang kuat. Berbagai indikator ekonomi pada tahun 2026 memperlihatkan bahwa fondasi ekonomi nasional tetap kokoh dan mampu menjaga momentum pertumbuhan di tengah tekanan eksternal yang tidak ringan. Kondisi tersebut menjadi buktibahwa arah kebijakan pemerintah berjalan secara terukur, adaptif, dan berorientasi padastabilitas jangka panjang. Kinerja ekonomi Indonesia pada semester pertama 2026 mencatatkan hasil yang menggembirakan. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi triwulan I mencapai 5,61 persen secara tahunan, sementara triwulan II tumbuh sebesar 5,29 persen. Dengan capaian tersebut, pertumbuhan ekonomi semester I 2026 berada pada level yang tetapkuat dibandingkan banyak negara lain yang masih menghadapi perlambatan ekonomi. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa mesin-mesin ekonomi domestik masih bekerja secaraoptimal dan mampu menjaga keberlanjutan aktivitas ekonomi nasional. Salah satu faktor utama yang menopang ketahanan ekonomi Indonesia adalah kuatnyakonsumsi rumah tangga. Sebagai kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), konsumsi masyarakat tetap tumbuh positif dan menjadi penyangga utama ketika kondisiekonomi global mengalami tekanan. Kementerian Keuangan mencatat konsumsi rumah tanggapada triwulan II 2026 tumbuh 5,06 persen secara tahunan. Angka tersebut menunjukkan bahwadaya beli masyarakat tetap terjaga, sekaligus mencerminkan efektivitas berbagai kebijakanpemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti menilai pertumbuhan ekonomi 5,29 persenmerupakan capaian yang positif, namun perlu terus diiringi penguatan sektor produktif danpeningkatan kesejahteraan masyarakat agar manfaat pertumbuhan dapat dirasakan secaramerata. Pandangan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan menjaga pertumbuhan perludibarengi dengan reformasi struktural yang berkelanjutan. Selain konsumsi, investasi juga menunjukkan perkembangan yang positif. Pertumbuhaninvestasi yang berada di kisaran 6 persen hingga hampir 7 persen menunjukkan bahwakepercayaan pelaku usaha terhadap prospek ekonomi Indonesia masih sangat kuat. Di tengahkompetisi global dalam menarik modal dan investasi, Indonesia tetap mampu menjadi tujuanyang menarik berkat konsistensi kebijakan pembangunan, percepatan hilirisasi industri, pembangunan infrastruktur, serta upaya penyederhanaan regulasi. Investasi yang terus tumbuhtidak hanya memberikan tambahan kapasitas produksi, tetapi juga membuka lapangan kerjabaru dan memperkuat daya saing ekonomi nasional. Belanja pemerintah juga memainkan peran penting dalam menjaga momentum pertumbuhan. Pada triwulan I 2026, pengeluaran pemerintah tumbuh signifikan dan memberikan efekberganda terhadap berbagai sektor ekonomi. Kebijakan fiskal yang diarahkan pada program-program prioritas, pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan publik, serta penguatanperlindungan sosial terbukti mampu menjaga perputaran ekonomi di tengah tantangan global. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada pertumbuhan angkasemata, tetapi juga memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara luas olehmasyarakat. Ketua Kamar Dagang dan Industri
Prabowo Tinjau Kondisi NTT dan Pastikan Pemulihan Pascagempa Berjalan
Jakarta – Presiden Prabowo Subianto bertolak dari Bali menuju Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu, 26 Agustus 2026, untuk meninjau langsung kondisi masyarakat
- Sebelumnya
- 1
- …
- 3
- 4
- 5
- …
- 1,082
- Berikutnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.

