Harga Pangan Dijaga Tetap Stabil, Risiko Inflasi Global Diantisipasi

oleh -9 Dilihat
banner 468x60
Harga Pangan Dijaga Tetap Stabil, Risiko Inflasi Global Diantisipasi

Jakarta – Pemerintah terus menjaga stabilitas harga pangan nasional di tengah dinamika ekonomi global yang masih diliputi ketidakpastian. Berbagai langkah strategis ditempuh guna memastikan ketersediaan pasokan tetap aman dan harga kebutuhan pokok terkendali, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun ini.

Sejumlah indikator menunjukkan tekanan inflasi pangan relatif terkendali. Harga komoditas utama seperti beras, minyak goreng, gula, dan daging terpantau stabil, bahkan di beberapa wilayah mengalami penurunan. Kondisi ini tidak lepas dari intervensi pemerintah melalui operasi pasar, penguatan distribusi logistik, serta sinergi lintas kementerian dan lembaga.

banner 336x280

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan optimisme terhadap kinerja ekonomi nasional di tengah tantangan global seperti fluktuasi harga energi dan ketidakpastian geopolitik.

“Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 5,5 persen. Konsumsi masyarakat yang meningkat selama Ramadan dan Idulfitri menjadi salah satu pendorong utama, ditopang oleh stabilitas harga dan inflasi yang terjaga,” kata Airlangga.

Ia menilai keberhasilan menjaga inflasi, khususnya dari sektor pangan, merupakan hasil koordinasi erat antara pemerintah pusat dan daerah serta dukungan kebijakan moneter oleh Bank Indonesia. Kebijakan fiskal yang adaptif juga dinilai memperkuat ketahanan ekonomi domestik dalam menghadapi tekanan eksternal.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok komoditas pangan nasional dalam kondisi cukup dan harga tetap stabil pasca Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Berdasarkan pantauan di berbagai pasar tradisional dan modern, ketersediaan bahan pokok tetap terjaga dengan harga yang relatif terkendali.

“Kita ingin semua tersenyum. Petani tersenyum karena harga hasil panennya baik, pedagang tersenyum karena barang tersedia dan bisa dijual, dan masyarakat juga tersenyum karena harga pangan terjangkau. Itulah tujuan pemerintah menjaga pangan,” ujar Amran.

Ia menjelaskan, posisi stok beras nasional sangat kuat dengan cadangan pemerintah di gudang Bulog sekitar 4,09 juta ton, ditambah ketersediaan di masyarakat dan potensi panen yang masih berlangsung. Secara keseluruhan, ketahanan stok beras nasional dinilai mampu mencukupi kebutuhan hingga sekitar 11 bulan ke depan.

Produksi pangan yang meningkat, terutama pada periode panen raya awal tahun 2026, turut memperkuat stok sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat petani dan konsumen. Neraca sejumlah komoditas strategis juga menunjukkan kondisi surplus, termasuk beras, cabai, daging ayam, dan bawang merah.

“Kalau produksi surplus dan distribusi lancar, maka harga akan stabil. Itu yang kita jaga terus, dari hulu sampai hilir,” pungkas Amran.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.