
CEBU – Kepemimpinan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali mendapat perhatian dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus BIMP-EAGA yang menjadi bagian dari rangkaian KTT ke-48 ASEAN di Cebu. Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya penguatan kolaborasi kawasan demi menciptakan ASEAN yang tangguh, mandiri, dan mampu menghadapi tantangan global secara bersama-sama.
Presiden Prabowo menekankan bahwa masa depan ASEAN tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh keberhasilan negara-negara anggota dalam memperkuat ketahanan energi dan pangan bagi masyarakat.
“KTT Khusus ini hadir di saat yang sangat genting. Tantangan yang kita hadapi menuntut kolaborasi yang lebih erat dan efektif di antara kita,” ujar Presiden Prabowo dalam pidatonya.
Kepala Negara menilai kerja sama Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia–Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) harus semakin adaptif, responsif, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat di kawasan, terutama masyarakat di wilayah perbatasan dan daerah terpencil.
“Prioritas kita jelas, melindungi keselamatan dan mata pencaharian rakyat kita. Visi BIMP-EAGA 2035 telah memberi kita arah yang jelas. Sekarang tugasnya adalah mewujudkannya,” tegas Presiden.
Komitmen Indonesia dalam memperkuat ketahanan kawasan juga ditunjukkan melalui langkah konkret di sektor energi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa arahan Presiden Prabowo sangat jelas, yakni memastikan pembangunan energi tidak hanya terpusat di kota-kota besar, tetapi juga menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Pertemuan ini bertujuan mendorong pembangunan di daerah 3T bagi empat negara anggota. Kami ingin memastikan masyarakat di remote area mampu mengakses energi dengan harga terjangkau,” ujar Bahlil.
Indonesia juga mendorong percepatan proyek energi bersih seperti pengembangan tenaga air di Kalimantan, energi surya di Palawan, serta energi angin di wilayah pesisir. Selain itu, penguatan Trans Borneo Power Grid diyakini akan memperkuat konektivitas energi lintas negara secara lebih efisien dan andal.
Melalui kepemimpinan Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Indonesia kembali menunjukkan peran strategisnya sebagai motor penggerak stabilitas, solidaritas, dan pemerataan pembangunan kawasan demi mewujudkan masa depan ASEAN yang kuat, inklusif, dan berdaya saing global.




