Lebaran 2026 Hidupkan UMKM, Perputaran Ekonomi Daerah Meningkat

oleh -2 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA – Momentum Idulfitri 1447 Hijriah memicu lonjakan aktivitas ekonomi lokal secara signifikan di berbagai penjuru daerah.

banner 336x280

Pergerakan jutaan pemudik tahun ini menjadi angin segar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mengandalkan peningkatan konsumsi rumah tangga untuk memperkuat struktur ekonomi kerakyatan.

Anggota MPR RI, Aboe Bakar Alhabsyi, mendorong masyarakat luas agar memprioritaskan belanja pada warung dan usaha di lingkungan tempat tinggal.

Saat melakukan sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Selatan, ia menegaskan bahwa keberpihakan pada pedagang lokal merupakan wujud nyata gotong royong ekonomi.

“Momentum Idulfitri, kebutuhan rumah tangga pasti meningkat. Saya mengajak masyarakat berbelanja di sekitar rumah saja,” ujar pria yang akrab disapa Habib Aboe tersebut.

Ia menambahkan bahwa perputaran uang di tingkat akar rumput memberikan dampak kesejahteraan yang lebih merata.

“Kalau belanja di luar daerah, uang tidak berputar di lingkungan sendiri. Belanja lokal membuat manfaat langsung dirasakan masyarakat,” ucapnya.

Potensi pasar domestik tersebut memang menjadi tumpuan pertumbuhan nasional.

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menyoroti besarnya kontribusi konsumsi dalam negeri yang menjadi mesin utama perekonomian.

Ia menilai bahwa kekuatan daya beli masyarakat saat Ramadan dan Lebaran harus dioptimalkan secara konsisten.

“Kontribusi konsumsi terhadap pertumbuhan ekonomi mencapai sekitar 50 persen. Ini menunjukkan strategisnya kekuatan pasar dalam negeri,” tegas Maman dalam forum ekonomi di Jakarta.

Sementara itu, Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM, Temmy Satya Permana, memproyeksikan lonjakan pendapatan pelaku usaha kecil hingga berkali lipat dari hari biasanya.

Dengan estimasi perputaran uang mencapai Rp190 triliun, pelaku UMKM memiliki peluang emas untuk meningkatkan skala bisnis mereka.

“Dari perkiraan kami, dari estimasi biasanya hari-hari biasa, UMKM rata-rata 1 juta, bisa 4 kali lipat naik di momen Ramadan ini,” kata Temmy.

Ia pun mengingatkan agar para pelaku usaha tidak sekadar menjadi penonton dalam perhelatan tahunan itu.

“Dan ini momentum untuk UMKM bisa mengambil pasar ini. Bukan hanya di penonton, tapi juga ikut tampil untuk bisa menikmati lonjakan omzet yang akan terjadi,” tuturnya.

Melalui kualitas produk yang terjaga, Lebaran 2026 dipastikan menjadi titik balik penguatan ekonomi daerah melalui tangan-tangan kreatif pelaku UMKM. (*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.