Koperasi Desa Merah Putih Jadi Motor Ekspor dan Kesejahteraan

oleh -2 Dilihat
banner 468x60

Oleh: Alexander Royce*)

banner 336x280

Gagasan besar pembangunan nasional kini menemukan momentumnya di desa. Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan, Indonesia justru menatap masa depan dengan optimisme melalui penguatan ekonomi kerakyatan. Salah satu instrumen strategis yang kini menjadi tulang punggung transformasi tersebut adalah Koperasi Desa Merah Putih. Inisiatif ini bukan sekadar program, tetapi menjadi arsitektur baru pembangunan desa yang menyatukan produksi, distribusi, pembiayaan, hingga akses pasar dalam satu ekosistem yang terintegrasi. Desa tidak lagi diposisikan sebagai objek pembangunan, melainkan subjek utama penggerak ekonomi nasional.

Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto secara tegas menempatkan koperasi desa sebagai simpul utama penguatan ekonomi lokal. Target pembentukan puluhan ribu Koperasi Desa Merah Putih di seluruh Indonesia mencerminkan visi besar membangun kemandirian ekonomi dari akar rumput. Arah kebijakan ini menegaskan bahwa desa bukan hanya pusat produksi pangan dan komoditas, tetapi juga calon pusat industri kecil, logistik, hingga ekspor berbasis komunitas. Dalam kerangka tersebut, koperasi tidak lagi dipahami sebatas lembaga simpan pinjam, melainkan sebagai entitas bisnis kolektif yang modern, profesional, dan terhubung dengan pasar nasional maupun global.

Presiden Prabowo melihat koperasi desa sebagai instrumen strategis untuk memperkuat struktur ekonomi nasional yang selama ini terlalu bertumpu pada kota dan sektor besar. Dengan membangun jaringan Koperasi Desa Merah Putih secara masif, negara sedang membentuk infrastruktur ekonomi rakyat yang berkelanjutan. Desa diberi akses pada permodalan, teknologi, distribusi, dan pasar, sehingga rantai nilai tidak lagi didominasi tengkulak atau perantara. Dalam pandangan ini, koperasi desa bukan hanya alat pemerataan, tetapi mesin pertumbuhan baru yang mampu menggerakkan ekonomi dari pinggiran ke pusat. Visi tersebut sejalan dengan agenda besar pemerintahan saat ini yang menempatkan ketahanan ekonomi rakyat sebagai fondasi stabilitas nasional.

Dukungan terhadap Koperasi Desa Merah Putih juga semakin menguat. Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim, melihat koperasi desa sebagai motor ekonomi baru yang potensial, asalkan tata kelola pasar dijaga tetap sehat dan seimbang. Menurutnya, kekuatan koperasi terletak pada kemampuannya mengonsolidasikan produksi rakyat dengan sistem distribusi yang adil. Jika koperasi mampu menjadi agregator hasil pertanian, perikanan, UMKM, dan industri desa, maka posisi tawar masyarakat akan meningkat signifikan. Pasar tidak lagi dikuasai oleh segelintir pelaku besar, tetapi menjadi ruang kompetisi yang sehat dan inklusif.

Ia juga memandang bahwa Koperasi Desa Merah Putih berpotensi menjadi instrumen stabilisasi harga, pengendalian inflasi daerah, sekaligus pendorong ekspor. Dengan sistem manajemen yang profesional dan dukungan regulasi pemerintah, koperasi desa dapat menjadi pintu masuk produk lokal ke pasar global. Komoditas pertanian, kerajinan, produk olahan pangan, hingga industri kreatif desa memiliki peluang besar menembus pasar internasional jika dikemas dalam sistem koperasi yang kuat. Inilah transformasi desa dari basis subsistensi menuju basis produksi dan ekspor, yang secara langsung berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kepercayaan global terhadap program Koperasi Desa Merah Putih juga mulai terlihat. CEO Divisi Otomotif Mahindra & Mahindra Ltd., Nalinikanth Gollagunta, menilai bahwa operasional koperasi desa membutuhkan dukungan infrastruktur dan logistik yang memadai. Kesiapan perusahaan internasional untuk mendukung kebutuhan kendaraan operasional koperasi menunjukkan bahwa program ini dipandang serius oleh pelaku industri global. Ini bukan hanya soal distribusi kendaraan, tetapi sinyal bahwa koperasi desa diproyeksikan menjadi entitas ekonomi yang aktif, produktif, dan memiliki skala operasional besar.

Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa Koperasi Desa Merah Putih tidak hanya berdimensi sosial, tetapi juga ekonomi dan industri. Koperasi menjadi simpul pergerakan barang, jasa, logistik, dan produksi desa. Ketika koperasi desa terhubung dengan rantai pasok nasional dan global, maka desa akan menjadi bagian integral dari ekonomi modern. Inilah wajah baru pembangunan Indonesia: desa yang terhubung, produktif, dan berdaya saing.

Situasi terkini juga menunjukkan relevansi kebijakan ini dengan arah pembangunan nasional. Pemerintah tengah mendorong hilirisasi, penguatan UMKM, ketahanan pangan, dan transformasi ekonomi hijau. Koperasi Desa Merah Putih berada di titik temu semua agenda tersebut. Koperasi dapat menjadi pengelola industri hilir berbasis desa, penggerak UMKM, penyangga distribusi pangan, sekaligus pengembang ekonomi berkelanjutan. Dengan dukungan digitalisasi, koperasi desa juga berpeluang masuk dalam ekosistem ekonomi digital nasional, memperluas akses pasar tanpa batas geografis.

Lebih dari itu, koperasi desa juga memiliki dimensi sosial yang kuat. Ia membangun solidaritas, gotong royong, dan keadilan ekonomi. Model ini sejalan dengan nilai Pancasila dan jati diri bangsa. Ketika ekonomi desa tumbuh, urbanisasi bisa ditekan, ketimpangan wilayah dapat dikurangi, dan stabilitas sosial lebih terjaga. Inilah pembangunan yang tidak hanya mengejar angka pertumbuhan, tetapi juga kualitas kesejahteraan.

Dengan visi besar, dukungan kebijakan yang kuat, sinergi legislatif, serta kepercayaan pelaku industri global, Koperasi Desa Merah Putih memiliki potensi nyata menjadi motor ekspor dan kesejahteraan rakyat. Program ini mencerminkan keberpihakan negara kepada ekonomi rakyat, sekaligus strategi cerdas membangun kemandirian nasional dari desa. Di bawah kepemimpinan pemerintahan saat ini, koperasi desa bukan sekadar program populis, melainkan fondasi transformasi ekonomi Indonesia menuju negara maju yang berdaulat, adil, dan sejahtera.

*) Penulis merupakan Pengamat Sosial

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.