Rupiah Berpeluang Menguat, Fundamental Ekonomi Indonesia Jadi Penopang Stabilitas

oleh -2 Dilihat
Rupiah Berpeluang Menguat, Fundamental Ekonomi Indonesia Jadi Penopang Stabilitas

Jakarta – Nilai tukar rupiah menunjukkan penguatan pada awal perdagangan Selasa (3/11/2026) seiring meredanya tekanan harga minyak dunia. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi penguatan mata uang domestik sekaligus mendukung upaya menjaga stabilitas perekonomian nasional.

Rupiah dibuka menguat 7 poin atau 0,04 persen ke level Rp18.149 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya sebesar Rp18.156 per dolar AS. Pergerakan positif ini turut didukung perkembangan pasar energi global yang memberikan sentimen terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

Analis Doo Financial Lukman Leong menilai penurunan harga minyak mentah dunia menjadi salah satu faktor yang membuka peluang penguatan rupiah.

“Rupiah diperkirakan masih berfluktuatif dalam rentang ketat dengan potensi menguat terbatas didukung oleh penurunan harga minyak mentah dunia yang cukup besar oleh harapan pembicaraan damai Timteng (Timur Tengah),” ucap Lukman.

Penurunan harga minyak dunia turut memberikan sentimen positif bagi Indonesia sebagai negara yang masih membutuhkan impor energi. Kondisi tersebut berpotensi membantu menjaga biaya impor dan mendukung stabilitas harga dalam negeri.

Selain perkembangan global, ketahanan fundamental ekonomi Indonesia menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas rupiah. Kinerja perdagangan internasional dan kecukupan cadangan devisa memberikan dukungan terhadap kepercayaan pasar pada perekonomian nasional.

Bank Indonesia mencatat neraca perdagangan Indonesia pada September 2026 mengalami surplus sebesar 3,36 miliar dolar AS. Secara kumulatif, surplus perdagangan sepanjang Januari hingga September 2026 mencapai 10,61 miliar dolar AS.

Sementara itu, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2026 tercatat sebesar 146,3 miliar dolar AS atau setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor. Kondisi tersebut mencerminkan kemampuan Indonesia dalam menjaga ketahanan eksternal dan mendukung stabilitas nilai tukar.

Pelaku pasar juga mencermati perkembangan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2026 sebagai salah satu indikator prospek perekonomian domestik. Aktivitas ekonomi dan kinerja perdagangan menjadi perhatian dalam menilai arah pergerakan rupiah ke depan.

Pemerintah bersama Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan memperkuat kepercayaan pasar. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga daya beli masyarakat serta mendukung aktivitas investasi dan dunia usaha.