Pidato Presiden di Sidang Paripurna Perkuat Optimisme Ekonomi Indonesia

oleh -68 Dilihat

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah menjaga optimisme ekonomi nasional saat menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI.

Dalam sidang tersebut, Presiden memaparkan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027.

Pidato Presiden dinilai menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah serius menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan geopolitik dan geoekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.

Kepala Negara menyampaikan bahwa APBN bukan hanya dokumen keuangan, tetapi instrumen strategis untuk melindungi rakyat dan memperkuat fondasi ekonomi nasional.

“APBN adalah wujud dari alat perjuangan kita sebagai bangsa. APBN adalah alat untuk melindungi rakyat. Alat untuk memperkokoh dasar-dasar dan sendi-sendi ekonomi bangsa,” ujar Presiden Prabowo dalam pidatonya.

Presiden juga menekankan pentingnya pemerintah hadir langsung menjelaskan arah kebijakan ekonomi dan pengelolaan negara kepada masyarakat.

Menurutnya, kondisi global yang tidak menentu membutuhkan komunikasi yang kuat agar publik tetap memiliki keyakinan terhadap arah pembangunan nasional.

“Oleh karena itu, karena kondisi yang kita hadapi seperti ini, saya berpendapat bahwa Presiden Republik Indonesia harus hadir langsung menyampaikan pokok-pokok pikiran perekonomian dan pengelolaan negara,” imbuhnya.

Selain menjaga stabilitas fiskal, pemerintah juga menegaskan fokus pembangunan tetap diarahkan pada ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, dan penguatan ekonomi rakyat melalui pengelolaan fiskal yang sehat dan tepat sasaran.

Respons positif datang dari Bursa Efek Indonesia. Pejabat sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyatakan optimisme terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintah dan prospek pasar saham domestik ke depan.

“Kami optimistis,” kata Jeffrey usai menghadiri Sidang Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Menurutnya, optimisme tersebut didorong target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi serta komitmen pemerintah dalam memperkuat kemudahan investasi dan dunia usaha.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Iwan Setiawan, menilai langkah Presiden menyampaikan langsung KEM-PPKF RAPBN 2027 merupakan momentum penting dan jarang terjadi.

“Ini menandakan bahwa Presiden Prabowo menaruh perhatian besar dan sangat serius terkait situasi ekonomi dan keuangan negeri ini,” ujarnya.

Ia berharap penyampaian langsung tersebut mampu menjaga kepercayaan publik dan investor terhadap stabilitas ekonomi Indonesia, sekaligus mendorong masuknya investasi baru di tengah dinamika ekonomi global.