Percepatan Program MBG Tingkatkan Kesehatan Masyarakat

oleh -150 Dilihat

JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program eliminasi tuberculosis (TB) nasional melalui pendekatan pemenuhan gizi masyarakat. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah percepatan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan meningkatkan daya tahan tubuh guna mencegah risiko infeksi TB.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menegaskan bahwa pemenuhan gizi yang seimbang berperan penting dalam memperkuat sistem imun tubuh agar lebih mampu melawan bakteri TB.

“Saat ini, sekitar 80% anak Indonesia mengalami permasalahan gizi, dengan 21,6% di antaranya mengalami stunting, 40% kekurangan mikronutrisi, dan 20% mengalami kelebihan nutrisi. Kondisi ini meningkatkan risiko infeksi TB karena sistem kekebalan tubuh yang melemah,” ujar Taruna.

TB dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti TB paru dan TB tulang, serta dapat berada dalam kondisi dorman di dalam tubuh. Jika terjadi kekurangan gizi, bakteri TB yang tidak aktif dapat berkembang menjadi penyakit serius.

“Ketika gizi tidak terpenuhi, bakteri TB yang semula dorman dapat menjadi aktif dan menyebabkan penyakit,” tambahnya.

Untuk mengatasi hal ini, BPOM bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam menyelenggarakan program MBG yang menyediakan makanan sehat bagi masyarakat rentan. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat upaya pemerintah dalam menekan angka kasus TB di Indonesia.

Selain pemenuhan gizi, BPOM juga menjalankan strategi lain, seperti memastikan ketersediaan antibiotik yang efektif dan mendorong pengembangan vaksin berbasis teknologi modern, seperti mRNA, DNA, atau dendritic vaccine.

Disisi lain untuk mendukung keberhasilan program MBG, Badan Gizi Nasional (BGN) bersama DPR menggelar sosialisasi di Cikarang Utara, Bekasi. Perwakilan BGN, Moh Ibnu Holdun, menjelaskan bahwa pemenuhan gizi yang baik akan berdampak langsung pada kemampuan anak untuk belajar, berprestasi, dan berkontribusi dalam masyarakat.

“Program makan bergizi gratis ini diharapkan dapat meningkatkan akses makanan sehat, pengetahuan gizi, serta membentuk pola makan yang lebih baik,” ujar Ibnu Holdun.

Ia menambahkan, program MBG juga berkontribusi pada peningkatan kesehatan dan kecerdasan anak, kesejahteraan petani, peternak, serta pelaku UMKM lokal, sekaligus mengurangi angka kemiskinan.

Sementara itu, anggota Komisi IX DPR, Obon Tabroni, menyatakan dukungan penuh terhadap program ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

“Stunting dan malnutrisi masih menjadi tantangan besar yang harus diatasi. Oleh karena itu, Komisi IX DPR RI mendukung program makan bergizi gratis sebagai solusi permasalahan gizi di Indonesia,” ujarnya.

Dengan adanya program ini, Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan generasi muda yang sehat, produktif, dan siap bersaing pada 2045. [^]