Menu MBG Khusus 3B Disiapkan Sesuai Kebutuhan Gizi

oleh -12 Dilihat

Jakarta – Pemerintah menyiapkan menu khusus dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Penyusunan menu dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan gizi spesifik untuk mendukung kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak.

Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan menu MBG untuk sasaran kelompok 3B terdiri atas makanan siap santap dan paket sehat. Sekretaris Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN Ermia Sofiyessi mengemukakan, frekuensi dan waktu pengiriman paket MBG sudah disiapkan dalam petunjuk teknis yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG.

“Distribusi MBG siap santap setiap hari Senin dan Kamis. Pengiriman MBG siap santap dilakukan pada hari Senin, sambil kader pendamping membawa MBG paket sehat untuk Selasa dan Rabu, demikian juga pada hari Kamis,” kata Ermia.

Ia menjelaskan, MBG siap santap untuk ibu hamil dan menyusui terdiri dari makanan lengkap yang mengandung karbohidrat, protein, serat, dan lemak yang sesuai dengan angka kecukupan gizi (AKG) yang telah ditentukan oleh ahli gizi, sedangkan paket MBG sehat terdiri atas minuman khusus ibu hamil atau menyusui yang dilengkapi dengan telur dan buah.

Sementara untuk anak balita usia 0-2 tahun, paket MBG siap santap juga berupa makanan lengkap sesuai dengan AKG, sedangkan paket MBG sehat terdiri atas makanan pendamping ASI (MPASI) dan buah dengan tekstur yang disesuaikan dengan kebutuhan bayi di bawah usia dua tahun (baduta).

Ermia mendorong seluruh kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus aktif mendata ibu hamil, menyusui, dan balita berkoordinasi dengan puskesmas, posyandu, dan kelurahan.

“Setiap hari, kelompok 3B menerima MBG dengan penjadwalan yang sudah disepakati dengan posyandu, atau bisa membuat kesepakatan lain bersama para kader, apakah kader perlu mengantar ke rumah atau diambil sendiri oleh ibu hamil atau ibu menyusui, bisa juga menyesuaikan dengan jadwal posyandu,” paparnya.

Sementara itu di wilayah Palmerah, Jakarta Barat, kader posyandu mendapatkan data penerima dari masing-masing RT. Koordinator Posyandu Balita Kemala XVI-11 Palmerah, Muslika, mengungkapkan data penerima manfaat sudah tercatat rapi di setiap RT, sehingga distribusi berjalan sesuai sasaran.

“Sehari-hari kami mengambil menu dari posko di RW. Setelah itu, makanan dibagi ke masing-masing RT melalui kader balita posyandu dan Dasawisma. Pengurus RT kemudian mendistribusikannya kepada balita penerima manfaat,” jelas Muslika.

Bagi orang tua yang bekerja, pengurus juga menyiapkan mekanisme penitipan wadah agar makanan tetap bisa diterima. Sistem ini dibuat agar tidak ada penerima yang terlewat.

“Biasanya ada orang tua yang bekerja, sehingga mereka menitipkan wadah. Nanti kami sebagai pengurus memindahkan makanan ke wadah tersebut, lalu ibunya bisa mengambil ketika sempat,” katanya.

Melalui skema distribusi yang terstruktur dan menu yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi, program MBG diharapkan mampu menjangkau kelompok 3B secara tepat sasaran. Upaya ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat pemenuhan gizi ibu dan anak sejak tahap awal kehidupan.