MBG Bantu Ubah Pola Makan Anak Indonesia

oleh -13 Dilihat

Jakarta — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan selama sekitar satu tahun mulai menunjukkan dampak nyata terhadap perubahan pola makan anak-anak Indonesia.

Sejumlah riset terbaru mengungkapkan bahwa program ini tidak hanya membantu pemenuhan gizi siswa di sekolah, tetapi juga memicu kebiasaan makan yang lebih sehat di rumah serta meningkatkan semangat belajar anak.

Kajian yang dilakukan Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) menemukan adanya perubahan pada rutinitas makan anak penerima program MBG. Direktur RISED, M. Fajar Rachmadi, menjelaskan bahwa sebagian besar orang tua merasakan manfaat langsung dari program tersebut.

“Kehadiran MBG ini justru memberikan rasa tenang kepada keluarga ketika anak-anak mereka di sekolah dan survei kami menunjukkan, 55 persen orang tua setuju bahwa kebiasaan anaknya berubah menjadi tidak pilih-pilih makanan setelah adanya program MBG,” ujar Fajar.

Penelitian RISED yang melibatkan sekitar 1.800 orang tua ini juga menunjukkan bahwa sekitar 80 persen orang tua menyatakan anak-anak mereka menjadi lebih rutin mengonsumsi makanan bergizi sejak adanya MBG.

Bahkan, sebanyak 81 persen orang tua dari keluarga prasejahtera menyatakan mendukung keberlanjutan program tersebut.

“Menariknya lagi, ketika anak-anaknya bisa mendapatkan makanan di sekolah, orang tua juga merasa aman. Rasa aman ini timbul karena para orang tua yang kami survei yakin anak-anaknya mendapatkan makanan bergizi rutin melalui program MBG,” kata Fajar.

Temuan tersebut sejalan dengan hasil riset Laboratorium Sosiologi Universitas Indonesia (LabSosio UI) yang dirilis pada Maret 2026. Penelitian ini mencatat bahwa 66,4 persen siswa mengaku lebih bersemangat mengikuti pelajaran setelah adanya program MBG.

Ketua LabSosio-LPPSP FISIP UI, Hari Nugroho, menyebut penerimaan masyarakat terhadap program ini sangat tinggi, terutama dari kelompok ekonomi menengah ke bawah.

“Salah satu temuan paling menggembirakan dari riset ini adalah tingginya penerimaan masyarakat, terutama dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Para orang tua siswa yang ditemui di lapangan umumnya memberikan penilaian yang sangat positif terhadap program ini,” terangnya.

Sementara itu, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Andi Khomeini Takdir, Sp.PD-KPsi, menilai paparan rutin terhadap menu bergizi dapat membantu anak-anak lebih terbiasa dengan variasi makanan sehat.

“Program MBG menurut saya adalah program dengan niat yang bagus. Kita tahu masih banyak masyarakat yang belum mampu mencukupi kebutuhan gizi, dan bahkan pada kelompok ekonomi menengah pun belum tentu pola makan mereka sehat,” jelasnya.