Keterlibatan Kopdes dan Kopkel Merah Putih Perkuat Ekosistem Koperasi Berbasis Komunitas dan Generasi Muda

oleh -6 Dilihat

Jakarta — Kehadiran Koperasi Desa (Kopdes) dan Koperasi Kelurahan (Kopkel) Merah Putih kian diposisikan sebagai pilar penting penguatan ekosistem koperasi nasional yang berbasis komunitas, inklusif, dan relevan dengan generasi muda. Pendekatan koperasi tidak lagi semata soal simpan pinjam, tetapi berkembang menjadi ruang kolaborasi ekonomi, kreativitas, dan gaya hidup produktif.

Ketua Koperasi Konsumen Kana, Jonathan Danang Wardhana, menilai Kopdes dan Kopkel Merah Putih memiliki peran strategis dalam memperluas literasi dan model bisnis koperasi modern.

“Kehadiran Koperasi Desa dan Koperasi Kelurahan Merah Putih diposisikan sebagai simpul strategis dalam memperluas literasi, kolaborasi, dan model bisnis koperasi modern melalui pendekatan kegiatan komunitas, gaya hidup sehat, serta ruang temu kreatif yang relevan dengan generasi muda,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan berbasis komunitas menjadi kunci agar koperasi mampu beradaptasi dengan dinamika ekonomi baru dan menarik partisipasi anak muda secara berkelanjutan.

Senada, Direktur PT Kana Indonesia Industri, Iliona Palomitta, menilai Kopdes dan Kopkel Merah Putih membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara pelaku usaha, komunitas, dan koperasi.

“Model koperasi yang dikembangkan saat ini tidak hanya memperkuat ekosistem usaha, tetapi juga membangun ruang temu kreatif yang mendorong partisipasi generasi muda dalam aktivitas ekonomi berbasis nilai dan keberlanjutan,” jelasnya.

Dari sisi kebijakan, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih dirancang sebagai pusat layanan ekonomi desa terintegrasi.

“Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dirancang sebagai pusat layanan ekonomi yang lengkap dan dekat dengan masyarakat melalui penyediaan kebutuhan pokok, layanan kesehatan, pembiayaan, pergudangan, hingga pengelolaan potensi lokal,” kata Ferry.

Ia menambahkan, koperasi juga diposisikan sebagai hub distribusi yang mampu memotong rantai pasok dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi desa melalui kolaborasi dengan pelaku usaha muda.

Komitmen pemerintah untuk mempercepat operasional Kopdes Merah Putih juga ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

“Ini bisa diselesaikan yang 29.000 sudah ada lahan segala macam, tadi sampai Mei–Juni mudah-mudahan bisa diselesaikan,” ujar Zulkifli Hasan.

Ia menjelaskan, bangunan fisik koperasi akan segera diisi komoditas strategis seperti pupuk, LPG 3 kilogram, dan sembako, sekaligus berfungsi sebagai penyerap produk asli desa dan kelurahan.

Penguatan koperasi juga didukung sektor keuangan. Pjs. Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyampaikan bahwa OJK telah menyalurkan pembiayaan besar untuk Kopdes Merah Putih.

“Otoritas Jasa Keuangan menyalurkan pembiayaan hingga Rp148,6 triliun untuk pendanaan awal Koperasi Desa Merah Putih sebagai dukungan konkret sektor jasa keuangan dalam memperkuat akses permodalan koperasi,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menekankan pentingnya Kopdes Merah Putih sebagai instrumen menjaga daya beli dan ketahanan ekonomi desa.

“Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diposisikan sebagai pusat layanan terpadu di tingkat desa melalui penyediaan gerai sembako murah, penguatan akses pembiayaan, tata kelola modern berbasis digital, serta pengembangan sektor produktif,” ujarnya.

Dengan keterlibatan aktif komunitas, pelaku usaha muda, serta dukungan lintas sektor, Kopdes dan Kopkel Merah Putih dinilai mampu menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan adaptif yang tidak hanya menjadi wadah usaha bersama, tetapi juga ruang kerja baru dan inkubator bisnis bagi generasi muda di berbagai daerah.