Harga BBM Subsidi Stabil, Pemerintah Pastikan Masyarakat Tidak Terbebani

oleh -2 Dilihat

Jakarta – Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tetap stabil meskipun terjadi gejolak harga minyak dunia akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Kepastian ini diberikan guna menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga menjelang Hari Raya Idulfitri.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan energi di dalam negeri. Pemerintah, kata dia, telah memastikan pasokan BBM dan LPG tetap aman sehingga masyarakat tidak perlu melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.

“Saya mohon kepada saudara-saudara saya tidak perlu panic buying. Insya allah BBM kita LPG kita negara akan hadir,” kata Bahlil.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah terus memantau kondisi global, terutama dampak konflik di Timur Tengah terhadap harga energi dunia. Kendati harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan yang cukup signifikan, pemerintah memastikan kebijakan harga BBM di dalam negeri tetap dijaga agar tidak memberatkan masyarakat.

Lebih lanjut, Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah siap menambah anggaran subsidi energi guna menahan dampak kenaikan harga minyak dunia. Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), asumsi Indonesian Crude Price (ICP) ditetapkan sebesar 70 dolar AS per barel, sementara harga minyak global saat ini telah menembus sekitar 100 dolar AS per barel.

“Sekarang kan di APBN kita kan ICP US$ 70 per barel sekarang sudah tembus US$ 100 per barel, kenaikan itu kita masih mampu membiayai jadi masih ditanggung oleh negara,” ujar Bahlil.

Senada dengan hal tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa pemerintah belum memiliki rencana untuk menaikkan harga BBM bersubsidi dalam waktu dekat. Pemerintah masih mempertahankan skema subsidi yang ada untuk menjaga stabilitas harga energi di tingkat konsumen.

“Sampai sekarang belum ada kebijakan untuk mengubah subsidi BBM, dalam pengertian menaikkan harga BBM,” ujar Purbaya.

Menurutnya, pemerintah saat ini fokus memastikan harga energi domestik tetap terkendali di tengah fluktuasi harga minyak dunia yang dipengaruhi dinamika geopolitik global. Purbaya menambahkan bahwa kondisi stok energi nasional saat ini masih dalam keadaan aman. Selain itu, meskipun harga minyak dunia bergerak fluktuatif, rata-rata harga secara kumulatif masih berada dalam rentang asumsi yang telah diperhitungkan dalam APBN.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah menilai ruang fiskal negara masih cukup kuat untuk menyerap dampak kenaikan harga energi global tanpa harus langsung membebankannya kepada masyarakat melalui kenaikan harga BBM.

Purbaya pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh kekhawatiran yang berlebihan terhadap situasi global. Ia menegaskan bahwa pemerintah memiliki pengalaman dalam menghadapi berbagai tekanan harga energi di masa lalu.

“Percaya saja, kita sudah beberapa kali menghadapi harga minyak tinggi dan negara tetap bisa melewatinya karena kebijakannya tepat,” ujarnya.

Melalui kebijakan subsidi yang terukur dan pengawasan yang ketat terhadap kondisi energi nasional, pemerintah optimistis stabilitas harga BBM dapat terus dijaga. Langkah ini diharapkan mampu melindungi daya beli masyarakat sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. (*)