JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat Program Sekolah Rakyat sebagai instrumen strategis untuk memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus membangun generasi unggul dari keluarga kurang mampu. Melalui pendekatan pendidikan berasrama yang komprehensif, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi rumah tumbuh bagi anak-anak Indonesia untuk mengembangkan potensi, karakter, dan masa depan yang lebih baik.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pendidikan merupakan jalan penting untuk meningkatkan taraf hidup keluarga sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Karena itu, Sekolah Rakyat dirancang untuk memberikan kesempatan yang setara bagi anak-anak yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan akses pendidikan.
“Kamu harus nanti angkat orang tuamu. Kamu harapan orang tuamu,” ujar Presiden Prabowo saat meresmikan Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali.
Menurut Presiden, Sekolah Rakyat hadir sebagai bentuk keberpihakan negara kepada masyarakat yang paling membutuhkan. Program tersebut menjadi bagian dari upaya besar pemerintah untuk memastikan seluruh rakyat Indonesia memperoleh kesempatan hidup yang lebih layak melalui pendidikan.
“Memang Sekolah Rakyat kita wujudkan untuk membantu mereka yang paling susah, mereka yang paling kurang berdaya,” kata Presiden.
Prabowo menegaskan bahwa tujuan utama pembangunan nasional adalah menghadirkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia. Oleh sebab itu, investasi pada sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah.
“Pembangunan kita sebagai bangsa tujuannya adalah untuk membuat seluruh rakyat Indonesia hidupnya layak, hidupnya baik,” ujarnya.
Selain menekankan pentingnya pendidikan, Presiden juga mengingatkan para siswa agar terus menjunjung tinggi nilai-nilai karakter, menghormati guru, mencintai orang tua, serta menjaga hubungan baik dengan sesama.
“Belajar, belajar, belajar yang baik. Hormati guru, cintai orang tua, selalu rukun sama kawan, selalu baik sama orang lain, sopan santun,” pesan Presiden.
Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan implementasi Sekolah Rakyat telah menunjukkan dampak positif terhadap perkembangan peserta didik. Menurutnya, pendidikan yang terintegrasi dengan sistem asrama mampu membentuk karakter sekaligus meningkatkan kepercayaan diri anak.
“Anak-anak dinilai menjadi lebih percaya diri, memiliki pertumbuhan fisik yang sehat, lebih disiplin dan semakin betah,” ujar Saifullah Yusuf.
Ia menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama dengan pendampingan selama 24 jam penuh serta fasilitas yang mendukung proses belajar secara optimal. Program ini memberikan kesempatan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk memperoleh pendidikan dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan berkualitas.
Saat ini Sekolah Rakyat telah beroperasi di 166 titik di berbagai wilayah Indonesia. Atas arahan Presiden Prabowo, pemerintah juga tengah membangun lebih dari 100 gedung permanen baru yang diproyeksikan mampu menampung hingga seribu siswa di setiap lokasi.
Saifullah menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang telah mendukung pengembangan Sekolah Rakyat melalui penyediaan lahan, pengusulan kepala sekolah, serta penetapan peserta didik secara tepat sasaran.





