Sekolah Rakyat: Pendidikan Gratis dan Bebas Perundungan Buka Jalan Generasi Emas

oleh -3 Dilihat
banner 468x60

Oleh: Citra Kurnia Khudori)*

Pendidikan merupakan salah satu instrumen paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan dan membuka peluang mobilitas sosial. Bagi banyak keluarga prasejahtera, akses terhadap pendidikan yang berkualitas sering kali menjadi tantangan karena keterbatasan ekonomi maupun lingkungan yang kurang mendukung.

banner 336x280

Dalam upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045, pemerataan akses pendidikan menjadi agenda yang sangat penting. Negara perlu memastikan bahwa setiap anak, tanpa memandang latar belakang sosial dan ekonomi, memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya menumbuhkan optimisme di kalangan peserta didik Sekolah Rakyat. Menurutnya, kesulitan hidup yang dihadapi sebagian anak Indonesia tidak boleh menjadi alasan untuk menyerah dalam meraih cita-cita dan masa depan yang lebih baik.

Saat mengunjungi salah satu sekolah di Tabanan, Bali, pada 7 Juni 2026, Presiden Prabowo mendorong para siswa agar memanfaatkan kesempatan pendidikan yang diberikan negara sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas hidup. Dalam pandangannya, pendidikan merupakan jalan paling efektif untuk mengubah nasib individu sekaligus memperkuat daya saing bangsa.

Pesan tersebut menunjukkan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya dirancang sebagai program pendidikan gratis. Lebih dari itu, program ini merupakan bentuk investasi sosial yang bertujuan memberikan harapan dan kesempatan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Selain menekankan pentingnya pendidikan, Presiden juga mengingatkan perlunya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan. Ia menilai bahwa setiap anak berhak memperoleh ruang belajar yang sehat tanpa tekanan psikologis yang dapat menghambat perkembangan dirinya.

Sikap saling menghormati harus menjadi budaya yang tumbuh dalam lingkungan pendidikan. Ketika peserta didik belajar menghargai perbedaan dan berinteraksi secara positif, sekolah akan menjadi tempat yang mendukung tumbuhnya karakter yang kuat dan berintegritas.

Pentingnya lingkungan belajar yang bebas perundungan tidak dapat dipandang sebelah mata. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa perundungan dapat memengaruhi kesehatan mental, menurunkan kepercayaan diri, bahkan menghambat prestasi akademik peserta didik.

Komitmen tersebut diperkuat melalui dukungan berbagai pihak dalam mempercepat pembangunan fasilitas pendidikan. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar manfaat program dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa percepatan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya memperluas akses pendidikan gratis bagi keluarga prasejahtera. Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.

Ia memandang bahwa investasi di bidang pendidikan akan memberikan manfaat jangka panjang yang besar bagi pembangunan nasional. Dengan akses yang lebih luas terhadap pendidikan berkualitas, peluang anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk meningkatkan taraf hidup akan semakin terbuka.

Menurut Dony, sinergi antara pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan diperlukan agar pembangunan Sekolah Rakyat dapat berjalan secara berkelanjutan. Kolaborasi tersebut menjadi penting untuk memastikan bahwa fasilitas pendidikan yang dibangun benar-benar mampu memenuhi kebutuhan peserta didik.

Selain akses dan dukungan kelembagaan, kualitas infrastruktur juga menjadi faktor yang menentukan efektivitas proses pendidikan. Lingkungan belajar yang nyaman dan memadai akan membantu peserta didik mengembangkan potensi mereka secara optimal.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo juga menegaskan bahwa percepatan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat prasejahtera. Menurutnya, penyediaan sarana pendidikan yang layak menjadi bagian penting dalam mewujudkan pemerataan kesempatan belajar.

Ia menilai bahwa pembangunan sekolah harus dilakukan dengan standar yang mampu mendukung kebutuhan peserta didik secara maksimal. Infrastruktur pendidikan yang baik bukan hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga mencerminkan keseriusan negara dalam mempersiapkan generasi masa depan.

Lebih jauh, Dody memandang bahwa fasilitas pendidikan yang berkualitas akan memberikan dampak sosial yang luas. Kehadiran sekolah yang memadai dapat menjadi pusat pengembangan masyarakat sekaligus memperkuat kualitas pendidikan di daerah.

Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya bergantung pada kebijakan pendidikan semata. Dukungan infrastruktur, kolaborasi antarlembaga, dan lingkungan belajar yang sehat menjadi faktor yang saling melengkapi dalam mencapai tujuan program.

Di tengah tantangan ketimpangan sosial dan ekonomi yang masih dihadapi Indonesia, Sekolah Rakyat menawarkan harapan baru bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Program ini menunjukkan bahwa negara hadir untuk memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan.

Dengan demikian, pendidikan gratis yang didukung lingkungan belajar yang aman dan bebas perundungan akan menjadi fondasi penting dalam membangun Generasi Emas Indonesia. Ketika akses pendidikan semakin merata dan setiap anak merasa dihargai di lingkungan sekolah, maka peluang untuk melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing akan semakin besar.

)* Pemerhati isu sosial-ekonomi

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.